Bernardo Tavares Bongkar Biang Kerok Kekalahan Telak Persebaya dari Persija

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Minggu, 12 April 2026 | 14:52 WIB
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares di laga melawan Borneo FC di pekan ke-25 Super League 2025/26 (@officialpersebaya)
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares di laga melawan Borneo FC di pekan ke-25 Super League 2025/26 (@officialpersebaya)

SportlinkNews - Kekalahan telak harus diterima Persebaya Surabaya saat bertandang ke markas Persija Jakarta dalam pekan ke-27 Super League 2025/26. Berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu (11/4) malam WIB, Bajul Ijo terkapar dengan skor 0-3.

Pelatih Bernardo Tavares tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya melihat performa lini belakang yang tampil di bawah standar. Ia mengamati bahwa koordinasi pertahanan Persebaya sangat rapuh sehingga memudahkan lawan untuk mengacak-acak area penalti.

“Ini bukan hasil yang kami inginkan. Tapi kami harus mengakui bahwa Persija layak menang,” ujar Tavares dengan nada kecewa usa laga.

Baca Juga: Bojan Hodak Waspada, Kemenangan Telak Bali United Jadi Ancaman Besar Bagi Persib

Tavares menunjuk momen pelanggaran di kotak terlarang pada awal laga sebagai titik balik yang meruntuhkan mental bertanding anak asuhnya. Kesalahan fatal tersebut membuat rencana permainan yang telah disusun rapi menjadi berantakan dalam sekejap.

“Setelah saya melihat ulang, itu penalti yang konyol. Kami tidak boleh melakukan kesalahan seperti itu. Itu mengubah jalannya pertandingan. Persija mencetak gol pertama, lalu menjadi lebih mudah bagi mereka," ucapnya.

"Jika Persija tidak mencetak gol cepat, kami bisa lebih percaya diri dan mungkin menciptakan lebih banyak peluang. Tapi dalam sepak bola tidak ada ‘jika’, yang ada adalah kenyataan. Kenyataannya mereka mencetak gol lebih dulu, lalu gol kedua, lalu ketiga,” ia menambahkan.

Baca Juga: Roma Menang Telak, Donyell Malen Cetak Hattrick ke Gawang Pisa

Masalah Persebaya bukan hanya soal penalti, melainkan juga buruknya transisi dari menyerang ke bertahan yang sangat terlihat jelas. Persija terlihat sangat leluasa mengeksploitasi celah lebar yang ditinggalkan para pemain Bajul Ijo saat kehilangan bola.

“Kami memberi terlalu banyak ruang, baik di antar lini maupun di belakang pertahanan. Kadang ada pemain yang melakukan pressing, tapi yang lain tidak, sehingga Persija bisa dengan mudah melakukan transisi dan menciptakan peluang,” tuturnya.

Gol kedua Macan Kemayoran pun disebutnya sebagai bukti nyata lemahnya sinkronisasi antar posisi di dalam skuadnya. Tavares menyayangkan sikap para pemainnya yang tidak disiplin dalam menjaga kedalaman saat mendapatkan tekanan balik yang cepat.

Baca Juga: Virgil van Dijk Beri Penghormatan Khusus untuk Mohamed Salah dan Andy Robertson

“Kami membiarkan celah terlalu terbuka. Winger tidak menutup ke dalam, gelandang tidak melakukan transisi bertahan, dan akhirnya mereka mencetak gol kedua,” ujarnya.

Meski gagal menyarangkan satu pun gol, Persebaya sebenarnya memiliki beberapa momentum untuk memperkecil ketertinggalan di babak kedua. Sayangnya, keberuntungan tampaknya tidak memihak kepada mereka karena sejumlah peluang hanya berakhir dengan membentur tiang gawang.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X