SportlinkNews - Rapuhnya tembok pertahanan Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan tajam setelah dilumat tuan rumah Persija Jakarta. Kekalahan telak tiga gol tanpa balas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4) malam WIB, mempertegas krisis lini belakang Bajul Ijo.
Hasil minor pada pekan ke-27 Super League 2025/26 ini mengungkap fakta pahit bahwa gawang Persebaya sangat mudah ditembus oleh lawan. Angka kebobolan tim kebanggaan Bonek tersebut kini menjadi salah satu yang paling mengkhawatirkan di jajaran papan atas.
Hingga saat ini, tercatat sudah 33 gol bersarang di gawang Persebaya sepanjang berlangsungnya kompetisi kasta tertinggi tanah air tersebut. Catatan tersebut merupakan yang terburuk di antara tim penghuni enam besar klasemen sementara musim ini.
Baca Juga: FIFA Luncurkan Kategori Tiket Mewah Baru untuk Piala Dunia 2026
Statistik buruk tersebut sejauh ini hanya bisa disamai oleh Malut United yang duduk di peringkat keempat dengan jumlah kebobolan yang identik. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara agresivitas serangan dengan kedisiplinan dalam menjaga area pertahanan.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares secara terbuka mengakui bahwa transisi dari menyerang ke bertahan masih menjadi momok bagi timnya. Ia melihat anak asuhnya sering kali kehilangan momentum untuk menutup ruang saat lawan melancarkan serangan balik kilat.
Berbagai upaya perbaikan sebenarnya telah dilakukan dalam sesi latihan rutin, namun kendala tersebut masih saja muncul di setiap pertandingan resmi. Tavares pun merasa perlu melakukan evaluasi yang lebih mendalam terkait kontrol kedalaman area pertahanan timnya.
Baca Juga: Barcelona 4-1 Espanyol: Gelar Juara La Liga di Depan Mata
"Pertama, saya setuju dengan Anda. Saya sudah membicarakan hal ini sebelum pertandingan, pertandingan tandang kami melawan Borneo FC. Saya rasa kami perlu meningkatkan transisi pertahanan. Kami melatih ini. Kami perlu meningkatkan kontrol kedalaman dan celah, dan kami sedang melatih hal ini," kata Tavares.
Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut menekankan bahwa perbaikan teknis saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kekuatan mental para pemain. Ia menuntut Arif Catur Pamungkas dan kawan-kawan untuk tampil lebih tangguh secara psikologis di atas lapangan.
Tavares mengamati adanya penurunan fokus yang drastis ketika situasi pertandingan mulai tidak memihak atau saat tim berada dalam tekanan lawan. Baginya, sebuah tim besar tidak boleh membiarkan emosi mengganggu stabilitas permainan jika ingin meraih prestasi tertinggi.
Baca Juga: Atalanta 0-1 Juventus: Boga Jadi Penentu dalam Laga Besar di Bergamo
"Namun, yang saya rasakan saat ini adalah ketika keadaan tidak berjalan baik, kontrol emosi dan fokus kami menurun. Dan fokus kami tidak boleh menurun, karena jika kami ingin menjadi tim yang bagus, kami juga perlu meningkatkan mentalitas kami," ucapnya.
Eks pelatih PSM Makassar ini juga tidak bisa menutupi kekesalannya terhadap rentetan kesalahan individu yang dilakukan oleh para pemain belakangnya. Ia menilai blunder-blunder tersebut sebagai penghambat utama bagi Persebaya untuk bisa bersaing memperebutkan kemenangan.
Artikel Terkait
Jelang Duel Persija Vs Persebaya, Fabio Calonego: Berjuang Sampai Akhir!
Duel Klasik Persija Vs Persebaya, Mauricio Souza: Ini akan Jadi Laga yang Hebat
Persija Vs Persebaya: Bernardo Tavares Siapkan Strategi Meredam Kekuatan Macan Kemayoran
Hasil Super League: Eksel Runtukahu Pimpin Persija Libas Persebaya
Bernardo Tavares Bongkar Biang Kerok Kekalahan Telak Persebaya dari Persija