Nova Arianto Kecam Aksi Tendangan Kungfu di EPA U-20

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 20 April 2026 | 22:55 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-17 Nova Arianto akan direkomendasikan menjadi Pelatih Timnas U-20. Ketua Umum PSSI tinggal menunggu surat rekomendasi dari Badan Tim Nasional dan Direktur Teknis. (PSSI)
Pelatih Timnas Indonesia U-17 Nova Arianto akan direkomendasikan menjadi Pelatih Timnas U-20. Ketua Umum PSSI tinggal menunggu surat rekomendasi dari Badan Tim Nasional dan Direktur Teknis. (PSSI)

SportlinkNews - Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, memberikan respons tegas terkait aksi kekerasan tendangan kungfu yang menyeret nama mantan anak asuhnya, Fadly Alberto. Ia menekankan nilai respek serta sportivitas merupakan harga mati yang wajib dijunjung tinggi oleh setiap pemain di atas lapangan.

Insiden memprihatinkan tersebut pecah dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 yang mempertemukan Bhayangkara FC U-20 dengan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang. Pertandingan yang berlangsung pada Minggu (19/4) itu tercoreng oleh aksi anarkis yang terjadi sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.

Nova mengecam keras perilaku tersebut karena dinilai telah mencederai semangat sportivitas dalam pembinaan sepak bola usia muda. Baginya, tindakan kasar seperti itu tidak memiliki ruang dalam sepak bola dan sangat tidak layak dijadikan rujukan oleh para pemain lainnya.

Baca Juga: Playoff NBA 2026 Dimulai, Cavaliers hingga Lakers Rebutan Gim 1

"Melihat yang terjadi di pertandingan EPA U-20 pastinya menjadi kejadian yang sangat disayangkan dan pastinya apa pun situasi dan alasannya, kejadian itu bukan menjadi contoh yang baik untuk dicontoh pemain lainnya," tulis Nova dalam unggahan di akun media sosial pribadinya.

Juru taktik yang sukses menukangi Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025 itu memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam dan sedang mengumpulkan informasi valid. Ia menegaskan akan ada konsekuensi berat bagi setiap pemain tim nasional kelompok umur yang terbukti terlibat dalam aksi yang merusak citra federasi tersebut.

"Saat ini kami sedang mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan kejadian itu bisa terjadi. Dan seandainya benar ada pemain Timnas usia muda yang terlibat, pastinya ada konsekuensi yang akan diberikan karena sudah seharusnya pemain Timnas usia muda memberikan contoh yang baik kepada pemain lainnya."

Baca Juga: Juventus 2-0 Bologna: Si Nyonya Tua Nyaman di Empat Besar

Berdasarkan laporan di lapangan, tensi pertandingan antara kedua tim memang sudah memanas sejak babak pertama hingga memicu friksi hebat di akhir laga. Puncak kericuhan terjadi saat seorang pemain yang diduga kuat adalah Fadly Alberto melayangkan tendangan brutal ke arah penggawa Dewa United U-20.

Dampak dari serangan fisik tersebut dikabarkan sangat fatal bagi pemain lawan yang menjadi sasaran kemarahan di tengah lapangan. Pemain Dewa United U-20 tersebut dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis serius akibat mengalami dislokasi pada bagian bahu.

Kejadian tersebut ternyata bukan satu-satunya aksi kekerasan yang mewarnai pertandingan panas di Stadion Citarum tersebut. Sebelumnya, aksi terjangan di area bench juga menimpa pemain Dewa United, Rakha Nurkholis, yang diduga dilakukan oleh pemain Bhayangkara FC, Mohamad Ridwan.

Baca Juga: Man City 2 Arsenal 1: Gol Haaland Selamatkan Muka Donnarumma

Melihat rentetan peristiwa berdarah ini, Nova Arianto kembali menyerukan pentingnya etika dan pengendalian diri bagi setiap pesepak bola profesional. Ia menilai bahwa kemampuan menjaga emosi merupakan bagian tidak terpisahkan dari kualitas seorang pemain yang bercita-cita membela nama bangsa.

"Selalu respek dengan apapun yang berada di lapangan. Semoga menjadi pembelajaran bersama agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali."

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X