SportlinkNews - Kapten Persib Bandung, Marc Klok, akhirnya angkat bicara mengenai kegaduhan yang menyelimuti rencana pemberian bonus dari Menteri PKP, Maruarar Sirait. Ia mengaku tidak habis pikir mengapa niat baik berupa apresiasi finansial justru memicu gelombang polemik di kalangan publik.
Informasi mengenai guyuran dana tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan media sosial Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. Dalam pernyataannya, Maruarar dikabarkan berkomitmen mengalokasikan dana senilai Rp1 miliar untuk setiap kemenangan tandang Persib di musim 2025/26.
Sayangnya, kabar tersebut tidak disambut hangat oleh Bobotoh yang merasa pemberian itu bermuatan politis hingga menimbulkan resistensi terbuka. Puncaknya terjadi saat laga melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4), setelah spanduk protes bertuliskan “Shut Up KDM” membentang di tribune utara.
Baca Juga: Putri KW Siap Buka Jalan, Indonesia Bidik Juara Grup Lawan Chinese Taipei di Piala Uber 2026
Menanggapi situasi yang memanas ini, Klok menegaskan skema pemberian bonus merupakan praktik yang sangat lumrah dalam industri olahraga profesional. Ia memandang dukungan finansial tersebut murni sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras seluruh elemen tim demi mengharumkan nama kota.
“Itu (bonus) sangat-sangat bagus kan? Mereka apresiasi kita, apresiasi klub, apresiasi kota,” ujar Klok saat ditemui awak media di Stadion GBLA, Senin (27/4).
Gelandang bernomor punggung 23 ini secara blak-blakan merasa bingung dengan adanya penolakan keras yang disuarakan oleh para pendukung setia Persib. Klok meyakini setiap kontestan di kompetisi kasta tertinggi pasti memiliki sistem apresiasi serupa dari berbagai pihak.
Baca Juga: Piala Thomas 2026: Indonesia vs Prancis, Menang Lolos, Kalah Terancam Tersingkir
“Ini sangat penting hasil kita buat kota semuanya, buat klub. Dan di sepak bola itu hal biasa untuk dapat apresiasi dan dapat bonus,” ujarnya melanjutkan penjelasan mengenai standar profesionalisme di lapangan hijau.
Ketidakpahaman Klok atas reaksi negatif ini diungkapkan karena menganggap tidak ada yang aneh dengan dukungan materi dari tokoh masyarakat atau pejabat. “Saya tidak terlalu mengerti kenapa ada banyak pertanyaan buat itu karena setiap klub di Super League punya itu,” ungkapnya.
Selain itu Klok mencoba memberikan perspektif luas bahwa persaingan di liga mana pun selalu melibatkan motivasi eksternal berupa penghargaan. Menurutnya, publik harus melihat hal ini secara objektif sebagai bagian dari dinamika klub profesional yang mengejar prestasi tinggi.
Baca Juga: Spanyol Tegaskan Ambisi Gelar Final Piala Dunia 2030 di Santiago Bernabeu
“Kalau Anda lihat siapa klub ada di Super League, ada itu. Itu hal biasa di dunia, bukan di Indonesia, di dunia. Itu normal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Klok menjamin bahwa keributan di luar lapangan terkait pemberian tersebut tersebut tidak akan memecah fokus para penggawa Maung Bandung. Ia memastikan seluruh pemain tetap profesional dan hanya berorientasi pada kemenangan di setiap laga yang akan dihadapi ke depan.
Artikel Terkait
Hasil Super League: Arema FC Tahan Persib, Lucas Frigeri Bikin Frustasi Maung Bandung
Persib Ditahan Imbang, Bojan Hodak Puji Lini Pertahanan Arema FC yang Disiplin
Hasil Super League: Hancurkan Semen Padang, Borneo FC Tempel Ketat Persib
Tundukkan Semen Padang, Borneo FC Berpotensi Kuat Menggeser Persib di Puncak Klasemen Super League
Lucas Frigeri Jadi Tembok Penghalang yang Bikin Pemain Persib Frustasi, Bojan Hodak Memujinya