SportlinkNews - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, melayangkan kritik tajam terkait keputusan otoritas keamanan yang memaksa timnya mengungsi dari ibu kota. Juru taktik asal Brasil tersebut merasa bingung dengan situasi yang membuat skuad Macan Kemayoran kehilangan hak bermain di kandang sendiri dalam laga krusial.
Persija dijadwalkan menjamu rival abadi mereka, Persib Bandung, dalam laga pekan ke-32 Super League 2025/26. Pertandingan yang diprediksi berlangsung dengan tensi tinggi tersebut dilaksanakan pada Minggu (10/5) sore WIB.
Ketidakpastian izin dari kepolisian menjadi faktor utama yang membuat laga klasik ini harus terlempar keluar dari wilayah Jakarta. Akibatnya, manajemen Persija terpaksa mencari alternatif stadion di luar daerah untuk bisa menyelenggarakan duel tersebut.
Baca Juga: Teppei Yachida Jadi Motor Serangan Efektif Bali United FC Sumbang 5 Gol dan 3 Assist
Fenomena larangan bermain di rumah sendiri saat menjamu Persib seolah menjadi pola berulang yang menghantui klub kebanggaan warga Jakarta tersebut. Tercatat sudah tujuh tahun lamanya publik ibu kota tidak bisa menyaksikan duel akbar ini secara langsung di stadion milik mereka sendiri sejak edisi terakhir pada 2019 silam.
Souza menegaskan keberadaan suporter fanatik di tribune stadion merupakan elemen vital yang memberikan keunggulan psikologis bagi anak asuhnya. Ia menilai bahwa hilangnya atmosfer Jakarta akan berdampak pada performa teknis serta semangat juang pemain yang biasanya meledak-ledak di hadapan The Jakmania.
"Tentu saja seharusnya status tuan rumah adalah milik kami dan seharusnya bermain di lapangan sendiri, dengan suporter kami," kata Souza, Kamis (7/5).
Baca Juga: Bidik Tiga Poin, Persik Kediri Waspadai Semen Padang FC yang akan Bermain Tanpa Beban
Baginya, dukungan ribuan penonton bukan sekadar penghias tribune melainkan senjata tambahan untuk menekan mentalitas lawan sejak menit pertama. Kehilangan dukungan masif tersebut dianggap sebagai pengurangan kekuatan yang sangat signifikan bagi tim tuan rumah dalam mengejar target kemenangan.
"Tentu saja poin-poin itu seharusnya menjadi hal positif bagi kami," ucapnya..
Lokasi pertandingan yang dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, juga menimbulkan spekulasi mengenai pihak mana yang paling mendapatkan keuntungan dari situasi ini. Souza enggan memberikan penilaian terlalu jauh mengenai posisi lawan, namun memastikan timnya menjadi pihak yang paling dirugikan secara moril maupun materiil.
Baca Juga: Final Liga Champions: Arsenal Bertemu PSG di Puskas Arena, Stadion Berkapasitas 67.000 Tempat Duduk
"Saya tidak tahu apakah Persib diuntungkan dengan hal ini, tetapi saya tahu kami sama sekali tidak mendapatkan keuntungan," ungkapnya.
Laga ini memiliki nilai strategis yang luar biasa besar mengingat kedua tim sedang berada dalam jalur perburuan mahkota juara. Kemenangan dalam duel tersebut bukan hanya tentang gengsi daerah, melainkan penentu langkah menuju tangga juara Super League 2025/26 yang kian kompetitif.
Artikel Terkait
Jadwal Pertandingan Pekan ke-32 Super League 2025/26, Ada Duel Klasik Persija Vs Persib
Duel Persija Vs Persib Digelar di Stadion Segiri, Panpel Persija: Ini Jelas Sebuah Kerugian!
Duel Klasik Persija Kontra Persib Pindah ke Segiri, Ini Respon Manajemen Maung Bandung
Persib Bertekad Teruskan Tren Positif Hadapi Persija di Segiri
Ketua Jakmania Sesalkan Pemindahan Laga Persija vs Persib