Gaji Menunggak Empat Bulan, Skuad PSBS Biak Ancam Mogok Bertanding

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Kamis, 7 Mei 2026 | 19:51 WIB
Skuat PSBS Biak siap hadapi tantangan Persib di pekan ke-9 Super League 2025/26 (I League)
Skuat PSBS Biak siap hadapi tantangan Persib di pekan ke-9 Super League 2025/26 (I League)

SportlinkNews - Internal klub PSBS Biak kini berada dalam situasi kritis menyusul ancaman mogok bertanding yang disuarakan oleh para penggawa tim di sisa kompetisi Super League 2025/26. Aksi protes ini dipicu persoalan finansial manajemen yang menyebabkan hak para pemain dilaporkan belum dibayarkan selama empat bulan terakhir.

Ketegangan mencapai puncaknya setelah seluruh anggota skuad melakukan pertemuan darurat dengan jajaran manajer, staf ofisial, hingga tim pelatih pada Selasa (5/5). Dalam forum tersebut, para pemain secara tegas menyatakan tidak akan turun ke lapangan dalam laga kontra Dewa United Banten yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (8/5).

Manajer PSBS Biak, Alex Yarangga, memberikan konfirmasi mengenai adanya ancaman boikot pertandingan yang diajukan tersebut. Ia berkomitmen untuk segera membawa aspirasi ini kepada pemangku kepentingan tertinggi di klub agar permasalahan hak pemain dapat segera dituntaskan.

Baca Juga: Teppei Yachida Jadi Motor Serangan Efektif Bali United FC Sumbang 5 Gol dan 3 Assist

"Iya benar. Saya sebagai manajer akan melanjutkan bagian ini ke dewan direksi untuk bisa menyelesaikan hak-hak pemain dan ofisial, apalagi kompetisi akan berakhir Mei ini," kata Alex.

Alex menekankan situasi ini sangat serius karena berisiko merusak integritas tim yang sedang berjuang menyelesaikan musim ini. Manajemen kini tengah berpacu dengan waktu untuk memberikan kepastian hukum dan finansial agar para pemain bersedia membatalkan rencana mogok tersebut.

"Apalagi sampai pemain mau mogok bertanding, kan ini menjadi soal. Mudah-mudahan ada solusi untuk pertanyaan daripada teman-teman (pemain) dan ofisial semua," ujarnya.

Baca Juga: Bidik Tiga Poin, Persik Kediri Waspadai Semen Padang FC yang akan Bermain Tanpa Beban

Upaya mediasi terus dilakukan agar gejolak internal ini tidak berlarut-larut dan merusak performa tim di papan klasemen sementara. Para pemain pun telah menunjukkan sikap solid untuk tetap bertahan pada keputusan bersama sampai ada bukti nyata pembayaran dari pihak direksi.

Pemain senior sekaligus representasi skuad, Nelson Alom, memberikan pernyataan keras mengenai posisi tawar tim yang tidak akan goyah sebelum hak mereka terpenuhi. Menurutnya, pemenuhan gaji merupakan syarat mutlak yang tidak dapat dinegosiasikan lagi menjelang keberangkatan tim ke markas lawan.

"Kami minta gaji yang tertunggak ini dilunasi baru kami mau main lawan Dewa," kata Nelson.

Baca Juga: Final Liga Champions: Arsenal Bertemu PSG di Puskas Arena, Stadion Berkapasitas 67.000 Tempat Duduk

Tuntutan para pemain tidak hanya sebatas pada pelunasan tunggakan, namun juga mencakup transparansi penggunaan dana segar yang masuk ke kas klub. Nelson menegaskan bahwa prioritas utama manajemen saat ini seharusnya diarahkan sepenuhnya untuk kesejahteraan pemain dan staf pendukung.

"Oleh karena itu, menurut Nelson, para pemain saat ini telah bersepakat, jika pada hari Kamis (7/5) nanti manajemen tidak melunasi gaji. Maka para pemain tidak akan melakukan latihan dan official training jelang melawan Dewa United tersebut," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X