SportlinkNews - Sejumlah tim elite sukses mengamankan poin penuh secara meyakinkan di depan publik sendiri pada pertandingan penutup kompetisi kasta tertinggi musim ini. Persija Jakarta menutup Super League 2025/26 dengan hasil manis usai menumbangkan Semen Padang 3-0 di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (23/5).
Keputusan berani diambil oleh jajaran staf pelatih Persija untuk menguji kedalaman skuad karena posisi mereka di klasemen sudah aman. Macan Kemayoran yang sudah dipastikan menempati peringkat ketiga musim ini melakukan rotasi dalam 11 pemain utama.
Kebijakan memainkan pilar pelapis ini menjadi panggung pembuktian bagi para talenta muda potensial untuk merasakan atmosfer laga resmi. Sejumlah pemain muda diberikan kesempatan turun sebagai starter, termasuk kiper Hafizh Rizkianur yang mencatatkan debut.
Gempuran intensif langsung dilancarkan Persija sejak menit pertama hingga akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada pertengahan paruh pertama. Beberapa peluang berhasil didapatkan, tetapi gol baru tercipta pada menit 31' melalui Gustavo Almeida yang meneruskan umpan Fabio Calonego.
Dominasi tim ibu kota makin tidak terbendung selepas jeda pertandingan berkat penyelesaian akhir yang sangat klinis dari barisan penyerang mereka. Di babak kedua, Persija menambah dua gol lagi melalui Gustavo Almeida (59') dan Emaxwell Souza (69').
Eksekusi penalti yang tenang serta kerja sama apik antarlini menjadi penentu lahirnya gol-gol tambahan yang memperlebar jarak skor kedua tim. Gol kedua Gustavo dicetak melalui titik putih. Sementara itu, Maxwell mencetak gol ke-16 musim ini setelah menerima asis manis dari Rayhan Hannan.
Baca Juga: Derby Jawa Timur Persebaya Vs Persik Kediri Jadi Laga Pamungkas Super League di Gelora Bung Tomo
Atmosfer di dalam stadion sempat berubah drastis pada pertengahan paruh kedua akibat aksi perayaan yang berlebihan dari penonton. Memasuki menit 72, laga sempat terhenti akibat pesta flare yang dinyalakan para pendukung Persija hampir di setiap sudut tribun JIS.
Asap tebal yang menyelimuti lapangan memaksa perangkat pertandingan mengambil tindakan tegas sebelum akhirnya laga dapat diselesaikan secara kondusif. Aksi dari suporter itu membuat laga terhenti hampir 30 menit. Setelah dilanjutkan, tak ada gol lagi yang tercipta.
Hasil positif yang diraih oleh Macan Kemayoran ternyata juga diikuti oleh performa impresif dua tim besar lainnya di markas mereka. Selain Persija, Persebaya Surabaya dan Bhayangkara Presisi Lampung FC juga pesta gol di kandangnya masing-masing.
Baca Juga: Michael Carrick Resmi Perpanjang Kontrak sebagai Pelatih Kepala Manchester United Hingga 2028
Persebaya menang lima gol tanpa balas dari Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo. Sedangkan Bhayangkara Presisi Lampung FC membungkam PSBS Biak 7-0 di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung.
Tambahan poin maksimal dari laga pemungkas ini sekaligus mengunci peta persaingan di zona elite klasemen akhir musim ini. Hasil itu membuat Persebaya dan Bhayangkara FC mengunci posisi mereka di lima besar. Persebaya duduk di peringkat 4, sedangkan Bhayangkara FC menempati posisi 5.
Artikel Terkait
Sebut Mauro Zijlstra Striker Potensial, Pelatih Persija Soroti Catatan Cedera
Penyerang Persija Jakarta Maxwell Dikabarkan Tertarik ke Persib
Persija Jakarta Jamu Semen Padang di JIS
Persija Pilih Bus Bertenaga Listrik untuk Mobilitas Pemain di Musim Depan
Herdman Pantau Hanan di Persija, Absen di Laga Penentuan Juara Persib