5. Kompetisi Perserikatan 1993/1994 (Jakarta)
Persib berhasil mengabadikan Piala Presiden di Bandung setelah menjuarai Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1993/1994 yang merupakan kompetisi amatir terakhir usai menundukkan PSM Makassar 2-0 di Stadion Utama Senayan Jakarta, 17 April 1994. Dua gol kemenangan Persib disumbangkan Yudi Guntara menit 26 dan Sutiono Lamso menit 71.
Sebelumnya, Persib melaju ke semifinal dengan status juara Grup K setelah menundukkan Persiraja Banda Aceh 4-1 (8 April 1994), PSIR Rembang 1-0 (10 April 1994) dan imbang 0-0 dengan PSM (12 April 1994). Di semifinal, 15 April 1994, Persib menyingkirkan Persija 5-4 melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu.
Baca Juga: Lewis Hamilton Bikin Ulah Lagi Datang ke Paddock GP Kanada dengan Ducati Panigale V4
Pada pertandingan final, pelatih Indra M. Tohir menurunkan komposisi tim Aris Rinaldi (kiper), Robby Darwis, Roy Darwis, Yadi Mulyadi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi; Asep Kustiana, Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara (gelandang); Kekey Zakaria dan Sutiono Lamso.
6. Liga Indonesia 1994/1995 (Jakarta)
Meski masih berstatus sebagai klub amatir, PERSIB menunjukkan kapasitasnya dengan menjuarai Liga Indonesia 1994/1995, kompetisi semiprofesional edisi perdana yang digelar PSSI, usai menundukkan Petrokimia Putra 1-0 di Stadion Utama Senayan Jakarta, 30 Juli 1995. Gol tunggal kemenangan Persib dicetak Sutiono Lamso menit 76.
Persib lolos ke final dengan status juara Grup B babak 8 Besar setelah bermain imbang 0-0 dengan Petrokimia Putra (20 Juli 1995), serta mengalahkan Medan Jaya 2-1 (23 Juli 1995), dan Assyabaab Salim Grup Surabaya 3-0 (26 Juli 1995). Di semifinal, 28 Juli 1995, Persib menyingkirkan Barito Putera dengan skor 1-0.
Baca Juga: Real Madrid Incar Transfer Erling Haaland setelah Kepergian Guardiola
Di partai puncak, pelatih Indra M. Tohir menurunkan komposisi tim Anwar Sanusi (kiper), Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Mulyana, Robby Darwis, Yadi Mulyadi; Yudi Guntara/Asep Sumantri (51), Yusuf Bachtiar, Asep Kustiana; Kekey Zakaria, dan Sutiono Lamso.
7. Liga Super Indonesia 2014 (Palembang)
Setelah menunggu 19 tahun, Persib tampil sebagai kampiun Liga Super Indonesia 2014 usai menjungkalkan juara bertahan Persipura Jayapura 5-3 melalui drama adu penalti setelah dalam waktu normal dan perpanjangan waktu bermain imbang 2-2 pada pertandingan final di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, 7 November 2014.
Sebelumnya, Persib melaju ke babak 8 Besar sebagai runner-up Wilayah Barat dengan nilai 41, hasil 12 kali menang, 5 imbang dan 3 kekalahan. Selanjutnya, Persib melenggang ke semifinal setelah menjuarai Grup 2 babak 8 Besar. Di semifinal, PERSIB secara dramatis menyingkirkan Arema Indonesia 3-1 melalui babak perpanjangan waktu.
Baca Juga: 5 Langkah Menuju Latihan Sempurna: Alasan Rutinitas Anda Mungkin Merusak Persendian
Di final, pelatih Djadjang Nurdjaman menurunkan komposisi tim I Made Wirawan; Supardi Nasir Bujang, Vladimir Vujovic, Achmad Jufriyanto, Tony Sucipto; Hariono, Firman Utina, Makan Konate, Muhammad Ridwan, Tantan/(Atep (66) dan Ferdinand Alfred Sinaga.
Artikel Terkait
Marc Klok Salut dengan Bobotoh: Kalian Luar Biasa
Lautan Biru di Kota Bandung Iringi Konvoi Juara Persib
Harry Kane Cetak Hat-trick, Bayern Muenchen Juara Piala Jerman
Ronaldo Bagikan Hadiah Tak Terduga Buat Seluruh Pemain Al Nassr Usai Juara Pro Liga Saudi
Ivana Knoll Saingi Shakira dengan Lagu Piala Dunia, Pengikutnya Terpecah Belah