Kembali berada di tangan Mario Lemos, Persijap tampil lebih disiplin, agresif, dan penuh determinasi.
Persijap perlahan keluar dari tekanan dan menunjukkan karakter sebagai tim pekerja keras yang mampu bangkit dari zona degradasi.
“Kami selalu menganggap setiap pertandingan sebagai partai final bagi Persijap," ungkap pelatih kepala Mario Lemos.
Baca Juga: Dukungan Persikmania Terus Mengalir Meski Kalah di Laga Kandang, Bikin Bos Persik Kediri Terharu
"Kami harus bermain sportif untuk menghormati permainan dan menikmatinya agar bisa mengontrol pertandingan dalam situasi apa pun, bahkan dalam situasi terburuk tanpa tekanan berlebih,” tambahnya.
Filosofi tersebut tercermin dalam perjalanan Persijap sepanjang musim. Laskar Kalinyamat tetap bermain dengan semangat kolektif, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Persijap juga membawa identitas penting bagi sepak bola Jawa Tengah. Persijap hadir sebagai representasi klub daerah yang mampu berdiri sejajar dan tetap kompetitif di level tertinggi sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Jalani Pengujian MotoGP 850 cc Aleix Espargaro Mengaku Sangat Menyenangkan
Perjalanan mereka menjadi inspirasi bahwa klub daerah pun mampu bertahan, berkembang, dan memberi warna positif bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Bertahan di Super League, Mario Lemos Puji Mentalitas Skuad Persijap
Persijap Sukses Redam Ambisi Borneo FC, Najeeb Yakubu: Kami Bermain Bagus di Hadapan Suporter
Igor Tolic Minta Semua Pemain Persib Fokus dan Waspada Menghadapi Persijap Jepara
Bojan Hodak Akui Persijap Jepara Lebih Berbahaya dari Borneo FC, Minta Pemainnya Waspada