SportlinkNews - Operator kompetisi I.League memastikan adanya penyesuaian jadwal kompetisi domestik guna mendukung langkah Persib Bandung dan Borneo FC yang musim ini tampil di level Asia dan ASEAN.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara kompetisi domestik dan agenda internasional yang semakin padat.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputera, menegaskan bahwa padatnya jadwal kedua klub tersebut merupakan konsekuensi langsung dari prestasi mereka di level domestik yang membawa tiket ke berbagai ajang internasional.
Baca Juga: AVC Cup 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Takluk dari Kazakstan 0-3
"Kami memahami jadwal mereka akan sangat padat. Namun, itu merupakan konsekuensi dari status mereka sebagai tim yang tampil di kompetisi internasional," ujar Asep saat undian ASEAN Club Championship di Jakarta pertengahan pekan ini.
Menurutnya, keberhasilan klub Indonesia di kancah Asia tidak hanya ditentukan kualitas pemain di lapangan, tetapi juga kesiapan manajemen dalam mengatur rotasi skuad, kebugaran pemain, serta periodisasi latihan sepanjang musim.
Karena itu, I.League telah menyiapkan sejumlah skenario penyesuaian jadwal agar seluruh kompetisi tetap berjalan beriringan.
Baca Juga: BWF Puji Indonesia Open 2026, Dinilai Melebihi Ekspektasi
Asep menjelaskan bahwa kalender kompetisi domestik sebenarnya sudah disusun hingga tiga tahun ke depan, termasuk slot untuk Super League, AFC Champions League Two (ACL 2), AFC Challenge League, hingga League Cup.
Namun, sinkronisasi penuh masih menunggu kepastian jadwal resmi ASEAN Club Championship.
"Begitu jadwal ASEAN Club Championship keluar, kami bisa melakukan penyesuaian maksimal," katanya.
Baca Juga: Christiansen/Boje Juara Indonesia Open 2026, Lengkapi Koleksi Gelar BWF Series
Ia juga menyoroti tantangan terbesar biasanya muncul pada fase gugur kompetisi internasional, ketika pertandingan dua leg harus dimainkan dalam waktu yang berdekatan sehingga memengaruhi kondisi pemain.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, I.League menyiapkan opsi fleksibilitas jadwal, termasuk kemungkinan memberikan keuntungan laga kandang bagi Persib atau Borneo FC pada pertandingan domestik yang berdekatan dengan agenda internasional.
"Kami berusaha menempatkan mereka bermain kandang jika memungkinkan, meski tetap tergantung jadwal kompetisi Asia," ucapnya.
Baca Juga: Diwarnai Red Flag, Kimi Antonelli Menangkan Duel Lawan Lewis Hamilton di GP Monaco
Selain itu, faktor perjalanan juga menjadi perhatian serius. Beberapa laga tandang di ASEAN Club Championship berpotensi memakan waktu panjang akibat keterbatasan penerbangan langsung antarnegara.
Asep mencontohkan perjalanan ke beberapa negara Asia Tenggara yang bisa memakan waktu hingga dua hari, sehingga turut berpengaruh terhadap kondisi fisik pemain saat kembali ke kompetisi domestik.
I.League juga mengaku telah mempelajari pola kompetisi klub-klub Asia Tenggara seperti Buriram United dan Lion City Sailors yang mampu bersaing di banyak ajang sekaligus dalam satu musim.
Baca Juga: Gagal Juara Indonesia Open 2026, Jonatan Christie Pilih Ambil Jeda
Dari pengalaman tersebut, operator liga berharap penyesuaian jadwal ini dapat membantu klub Indonesia tampil maksimal di level internasional tanpa mengorbankan kualitas kompetisi domestik.
Artikel Terkait
Hakim Spanyol Perintahkan FIFA dan UEFA Hentikan Penentangan Terhadap Liga Super Eropa
Momen Bersejarah Persib Juara Liga Super Indonesia Satu Dekade Silam
Ganda Putra No.1 China Liang/Wang Dipisah Sementara, Fokus Hadapi Liga Super
TC Persib di Thailand Selesai, Dedi Kusnandar Optimistis Sambut Liga Super dan AFC Champions League
Liga Super Malaysia Lesu Tanpa Persaingan, Super League 2025-2026 Lebih Menegangkan