SportlinkNews - Kepastian mengenai perubahan regulasi kehadiran pendukung tim tamu dalam kompetisi sepak bola nasional kini berada di tangan pengelola liga. PSSI menyerahkan kewenangan evaluasi dan penerapan aturan suporter tandang tersebut kepada pihak I.League.
Kebijakan mengenai restu kehadiran suporter tandang di dalam stadion sejatinya telah mendapatkan lampu hijau dari PSSI. Larangan kehadiran penonton tim tamu yang berlaku usai tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022 tersebut tercatat telah diterapkan selama empat musim berturut-turut.
Penerapan regulasi ketat tersebut dalam perjalanannya terus mendulang kritik tajam dari berbagai pemangku kepentingan. Pembatasan penonton dinilai kurang efektif di lapangan serta berulang kali memberatkan finansial klub akibat sanksi denda.
Baca Juga: Catatan Menarik Statistik Balap F1 Hingga Pertengahan Musim 2026
Gelombang desakan dari klub dan kelompok suporter akhirnya membuat otoritas tertinggi sepak bola Indonesia tersebut mengambil sikap fleksibel. PSSI memilih untuk melimpahkan keputusan akhir mengenai teknis pelaksanaan di lapangan kepada pengelola kompetisi.
Agenda tahunan Owner's Meeting bakal menjadi arena krusial bagi seluruh pemilik klub untuk menentukan arah kebijakan tersebut. Diskusi mendalam antara operator dan kontestan diharapkan mampu melahirkan skema pertanggungjawaban serta mekanisme pengawasan suporter yang lebih jelas.
"Nanti akan ada Owner Club (Meeting), kami serahkan kepada PT LIB (I.League) dan klub untuk mendiskusikan hal ini. Karena tentu di sana ada jaminan," kata Sekjen PSSI Yunus Nusi kepada wartawan.
Baca Juga: Curhatan Pedro Acosta: Ogah Disia-siakan di KTM, Ducati Jadi Tujuan
PSSI menilai keterlibatan aktif pengelola liga dan manajemen klub sangat krusial dalam merumuskan keputusan akhir. Pihak klub dianggap sebagai entitas yang paling memahami karakter serta memiliki garis pembinaan langsung terhadap kelompok pendukungnya.
"PSSI memberikan kewenangan kepada PT LIB beserta klubnya untuk menentukan arah apakah akan ada home atau away dari suporter. Karena mereka yang bertanggung jawab dan membina suporter yang ada di klub," ujarnya.
Kajian komprehensif sangat diharapkan dapat tercipta dalam forum rapat pemilik klub sebelum musim anyar resmi bergulir. PSSI menegaskan pengetatan regulasi yang selama ini berjalan murni bertujuan untuk menjaga keselamatan serta keamanan para pencinta sepak bola.
Pertemuan dalam Owner's Meeting tersebut bakal melibatkan seluruh perwakilan klub di berbagai tingkatan kompetisi. Pembahasan regulasi ini mencakup kasta tertinggi Super League, Championship, hingga gelaran Liga Nusantara.
Forum diskusi tahunan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi antara regulasi keamanan dan keinginan suporter. Hasil kesepakatan dari pertemuan tersebut nantinya bakal menjadi panduan resmi dalam pelaksanaan pertandingan musim depan.
Artikel Terkait
PSSI Siapkan Pusat Latihan Usia Dini di Daerah
PSSI Rilis Harga Tiket Piala AFF 2026, Laga Timnas Indonesia Kontra Vietnam Lebih Mahal dari Kamboja
Bintang Termahal Timnas Indonesia Terkunci Aturan FIFA, PSSI Tidak Berdaya
ASEAN Championship 2026: PSSI Pilih Penerbangan Komersial untuk Timnas ke Thailand