"Kita tidak pernah belajar," tulis Valente dalam unggahannya yang kini telah dihapus, namun sudah lebih dulu tersebar luas di media sosial.
Valente diketahui sebagai saksi langsung tragedi Kanjuruhan, karena saat itu ia bermain untuk Persebaya Surabaya.
Meski belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persik, dampak dari insiden ini mulai terungkap.
Pelatih Persik, Divaldo Alves, dilaporkan mengalami luka di kepala akibat insiden tersebut.
Baca Juga: MotoGP Prancis: Balap Penuh Drama! Pembalap Honda Johann Zarco Tampil Brilian Kuasai Sirkuit Le Mans
Sementara itu, kondisi bus tim mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Padahal, pihak kepolisian telah menerjunkan lebih dari dua ribu personel gabungan untuk mengamankan jalannya pertandingan.
“Jumlah personel seluruhnya 2.113 dari TNI, Denpom, Brimob, Polda Jatim, Polres jajaran, Satpol PP, Dishub, steward, dan panitia pelaksana,” ujar Kabag Ops Polres Malang Komisaris Polisi Aryanto Agus Subekti, dikutip dari Antara.
Baca Juga: Resmi Tinggalkan PEC Zwolle, Pelatih Eliano Reijnders Minati Tawaran dari Klub Indonesia
Meski upaya pengamanan dilakukan secara maksimal, insiden ini kembali memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan pertandingan sepak bola nasional, terlebih ketika menyangkut kenangan kelam seperti Tragedi Kanjuruhan.
Kemenangan Persik Kediri yang seharusnya dirayakan pun dibayangi dengan aksi kekerasan yang berpotensi mencederai semangat sportivitas.