Piala Indonesia juga memungkinkan klub-klub dari kasta bawah berhadapan dengan tim-tim Liga 1, memberikan peluang untuk menambah pengalaman, pemasukan, serta eksposur.
Baca Juga: Ditinggal Megawati, Red Sparks Pecat Dua Pemain Lagi
Selain itu, juara turnamen ini berhak memperoleh tiket ke ajang kompetisi Asia, melengkapi slot yang biasanya diberikan kepada juara Liga 1.
Jika Piala Indonesia kembali digelar, PSSI bisa menyempurnakan sistem kompetisinya dengan menghadirkan satu lagi turnamen, yaitu Piala Super Indonesia, konsep yang serupa dengan Community Shield di Inggris.
Ajang ini akan mempertemukan juara Liga 1 dan juara Piala Indonesia dalam laga pembuka musim.
Baca Juga: Ketika Ronaldo dan Messi Main Bareng di Piala Dunia Antarklub FIFA
Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap Piala Indonesia terlihat berkurang.
Hal ini cukup disayangkan, terutama jika melihat negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia.
Kedua negara tersebut tak hanya menggelar liga utama, tetapi juga menyelenggarakan dua turnamen pendamping, Piala FA dan Piala Liga, serta satu laga pembuka musim dalam bentuk Piala Super.
Baca Juga: Penampakan Klub Spanyol Unggah Stadion JIS, Warganet Indonesia Bereaksi
Dengan kehadiran klub-klub asing dan perhatian khusus dari PSSI, Piala Presiden 2025 memang menjanjikan atmosfer kompetitif yang lebih semarak.
Namun, demi kemajuan ekosistem sepak bola nasional secara menyeluruh, harapan terhadap kehadiran kembali Piala Indonesia pun tetap menggema.