SportlinkNews - Diundangnya dua tim luar negeri di turnamen pramusim Piala Presiden 2025, Oxford United dan Port FC dinilai bisa menjadi indikator penting dalam menilai perkembangan kompetisi Liga 1 secara keseluruhan.
Mengukur sejauh mana kualitas pemain nasional saat menghadapi tim luar negeri.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir saat meninjau latihan Oxford United Sabtu, 5 Juli 2025, di Stadion Madya, GBK, Senayan, Jakarta.
Baca Juga: Persijap Jepara Datangkan Pemain Asing ke-7, Bermodal Pengalaman di Liga Bulgaria dan India
"Sebenarnya, cita-citanya dengan adanya Piala Presiden ini ada dua. Pertama, membina hubungan dengan klub luar negeri yang punya pemain Indonesia. Kedua, kita ingin lihat kualitas klub dan pemain kita kalau menghadapi tim luar," katanya.
"Karena banyak yang tanya, 'bagaimana sih kualitas Liga kita?', Nah, ini salah satu cara mengukurnya," ujar Erick kemudian.
Sebelumnya, Menteri BUMN itu mengatakan dirinya mengharapkan para pemain bisa bermain sebaiknya. Karena ini, bagian dari prestasi buat klub dan diri sendiri dari masing-masing para pemain.
Baca Juga: Profil Manisa BBSK yang akan Jadi Klub Baru Megawati Hangestri di Liga Turki
Dalam kunjunga tersebut, Erick juga memantau langsung perkembangan dua pemain Timnas Indonesia yang jadi sorotan, Marselino Ferdinan dan Ole Romeny. Keduanya dinilai menunjukkan adaptasi positif di klub luar negeri.
Marselino, meskipun masih muda, disebut sudah mulai memahami kerasnya sepak bola Inggris. "Sepak bola Inggris itu berat. Tidak hanya taktik, tapi juga fisik," tegas Erick.
"Tapi sejauh ini, saya lihat Marselino mulai bisa beradaptasi, fisiknya juga sudah mulai berkembang. Saya lihat dia sekarang lebih tebal sedikit, itu penting, karena ketika kita melawan Jepang atau negara Timur Tengah, mereka kuat dan tidak mudah jatuh," jelasnya kemudian.
Baca Juga: Chelsea Rilis Koleksi Terbatas Reimagined Icons Hasil Karya Enam Desainer London
Erick juga berharap Piala Presiden 2025 bisa menjadi momentum penting dalam regenerasi pemain.
Ia menyoroti pentingnya setiap klub Liga 1 dan 2 memberi ruang kepada pemain timnas, termasuk pemain muda, demi kesinambungan prestasi nasional.
"Kita ingin memastikan pemain timnas muda tetap mendapatkan tempat di Liga 1 dan 2. Kemarin saya sampaikan, misalnya Arema FC bisa punya pemain timnas. Kalau bisa, semua klub punya pemain timnas dan pemain muda. Itu penting untuk regenerasi,” tegasnya.
Baca Juga: PSM Makassar Kedatangan Striker Asing Pengganti Nermin Haljeta untuk Liga 1 Musim 2025/26
Promosi terselubung
Kehadiran Oxford United dan Port FC di turnamen pramusim ini juga dinilai sebagai bagian dari promosi terselubung pemain Indonesia ke pentas internasional.
Dengan begitu, Erick berharap lebih banyak pemain Tanah Air bisa bermain di luar negeri seperti halnya pemain Thailand dan Jepang.
"Banyak pemain kita belum bisa maksimal beradaptasi di luar negeri. Sementara pemain Thailand bisa tembus Jepang, pemain Jepang ada di mana-mana. Jadi, pemain kita juga harus bisa dan tidak manja," tandasnya.