Sportlinknews - Meskipun jadi turnamen pramusim yang paling bergengsi, tetapi kritikan tetap datang untuk penyelenggaraan Piala Presiden terutama terkait dengan jumlah peserta yang semakin sedikit.
Padahal sesuai judulnya, turnamen pramusim, dinilai seharusnya diikuti oleh 18 tim peserta kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sesuai dengan format awalnya.
Menanggapi kritikan tersebut, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai sangat terbuka kemungkinan kembali ke format awal dengan 18 tim peserta dari Liga 1 dan Liga 2.
Hanya saja, menurutnya, yang diperlu dipikirkan adalah apakah kalender kompetisi memungkinkan? Dan apakah semua pihak sudah memperhitungkan faktor kelelahan pemain secara realistis.
Baca Juga: Studi Ilmu Olahraga Menunjukkan Tidak Ada Peningkatan Risiko Cedera Akibat Lari Menanjak atau Menurun
"Jawabannya bisa saja kembali ke format awal, tapi kita harus lihat konteksnya. Pemain itu bukan robot, mereka juga butuh waktu istirahat, sementara jadwal Piala Presiden cukup padat, belum lagi soal logistik yang luar biasa berat di negara kepulauan seperti Indonesia," ujar Erick kepada wartawan di SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Jumat, 4 Juli 2025.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki liga dengan jumlah peserta terbanyak di kawasan Asia Tenggara, yakni 18 klub di Liga 1 dan 20 klub di Liga 2.
Dengan karakter geografis yang unik dan sistem pertandingan yang ketat, menurutnya tak semua agenda turnamen tambahan bisa serta merta disesuaikan begitu saja.
Baca Juga: Thiago Silva Nekat Menasehati Pelatihnya Saat Fluminense Melawan Inter Milan di Piala Dunia Antarklub
"Kalau di negara lain seperti Singapura hanya 6 klub, di beberapa negara lain 12 sampai 14. Kita 18 klub, dan ketika satu klub harus tanding di Papua, terus main lagi di Jawa atau Kalimantan dalam jeda waktu yang singkat, itu sangat melelahkan," ucap Erick.
Selain itu, adanya kesepakatan baru antara PSSI dan PT LIB yang mewajibkan kompetisi berhenti saat FIFA Match Day juga menambah kerumitan penyusunan jadwal.
Belum lagi ditambah dengan kompetisi antarklub Asia yang kini dibagi dalam tiga level, termasuk AFC Champions League Elite, AFC Champions League 2, dan AFC Challenge League.
"Jadwal kompetisi saja sudah sangat kompleks. Makanya, kemarin saat ada kesepakatan soal siapa yang mewakili ke AFC dan AFF, itu murni usulan dari klub. Mereka yang tahu persis kondisi dan kebutuhan pemainnya," tegas Erick.
Baca Juga: Perempat Final Piala Dunia Antarklub: Hadapi Palmeiras, Pelatih Chelsea Enzo Maresca Siapkan Sederet Penyerang Tangguh
Meski dikritik, tetapi dirinya memberikan apresiasinya kepada penyelenggaran Piala Presiden yang menjadi contoh kolaborasi sukses antar para stakeholder sepak bola, bukan hanya PSSI semata.
"Ini turnamen dari sektor swasta, bukan PSSI. Tapi kami dukung penuh karena semua stakeholder terlibat. Ekosistem sepak bola yang sehat sehat ini lah yang harus dibangun bersama," kata Erick.
Ia juga mengapresiasi antusiasme publik terhadap Piala Presiden tahun ini yang diikuti dua tim luar negeri, Oxford United dari Inggris dan Port FC dari Thailand.
"Saya lihat respons penonton luar biasa. Di Bandung tinggi, di Jakarta hampir 22 ribu tiket terjual. Ini bukti masyarakat sangat antusias," imbuh Menteri BUMN tersebut.
Baca Juga: Perombakan Ganda Putri PBSI, Greysia Tekankan Pentingnya Percepatan Kolaborasi
Selain sebagai ajang pemanasan pramusim, ajang ini juga dinilai Erick bisa menjadi ajang promosi atlet-atlet sepak bola lokal untuk bisa dipantau oleh tim-tim luar negeri.
"Kita ingin pemain-pemain Indonesia bisa menembus klub luar. Sepak bola ini sudah global, tapi untuk bisa ke sana, mereka harus punya latihan dan persiapan yang matang karena persaingan sangat tinggi. Piala Presiden ini salah satu sarana agar pemain kita bisa dilirik," pungkas Erick kemudian.
Artikel Terkait
PSSI Bangun Sistem Scouting Nasional, Target Rampung dalam 3 Bulan
Jelang Perhelatan Liga 1 PSSI, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Lakukan Risk Assesment Stadion Sepak Bola
Jelang Pembukaan Piala Presiden 2025, Ada Kejutan Baru yang Diberikan
Marc Klok: Semua Gelar Sudah Saya Miliki, Tinggal Piala Presiden
Bukan Sekadar Tamu, Oxford United Siap Guncang Piala Presiden 2025