liga-indonesia

Liga All Star Takluk 3-6, Rahmad Darmawan Tekankan Pentingnya Jam Terbang Internasional

Minggu, 6 Juli 2025 | 23:53 WIB
Pelatih Liga Indonesia All Star, Rahmad Darmawan dan perwakilan pemain, Akbar Tanjung dalam jumpa pers pre-match Piala Presiden 2025, Sabtu, 5 Juli 2025.

SportlinkNews - Para pemain Liga Indonesia All Star dinilai sang pelatih, Rahmad Darmawan petik pelajaran penting dari kekalahan 3-6 dari Oxford United di laga pembuka Grup A Piala Presiden 2025.

Terutama soal mental bertanding dan intensitas permainan menghadapi tim Eropa.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu, 6 Juli 2025, Indonesia All Star harus tertinggal cepat di menit ketiga lewat gol Thomas Mark Harris.

Meski sempat menyamakan skor lewat Riko Simanjuntak, tim gabungan pemain terbaik Liga 1 Indonesia akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan selisih tiga gol.

Baca Juga: Panen Prestasi! Indonesia Bawa Pulang 5 Emas dari Kejuaraan Panjat ASEAN 2025

Menurut Rahmad, anak asuhnya tampil penuh keraguan di awal laga. Hal itu, menurutnya, bisa jadi karena banyak pemain yang sudah lama tidak menghadapi atmosfer pertandingan internasional.

"Kita mengawali pertandingan hari ini dengan sedikit keraguan dalam pengambilan keputusan. Mungkin karena sudah lama tidak menghadapi tim Eropa dan atmosfer stadion penuh penonton, tapi setelah 25 menit, mereka mulai bisa mengembangkan permainan dan keluar dari tekanan," ujar Rahmad dalam konferensi pers usai laga.

Di babak kedua, Rahmad menginstruksikan para pemain untuk bermain lebih rileks dan tidak menyerah. Ia menyebut yang terpenting adalah memberikan perlawanan dan menjaga motivasi hingga akhir turnamen.

Baca Juga: Panduan Etika Bermain Padel: Hindari 5 Kesalahan Ini saat Bertanding

"Saya tidak coba bertahan total, kita main dengan mid block. Tapi saya akui, Oxford tampil baik hari ini, tapi yang penting pemain sudah menunjukkan sikap pantang menyerah," ucapnya.

Rahmad juga mengakui ada keunggulan besar Oxford dalam hal intensitas permainan, yang menurutnya merupakan pekerjaan besar sepak bola Indonesia ke depan.

Ia menekankan pentingnya pembinaan pemain muda dan kompetisi berjenjang untuk bisa bersaing di level yang lebih tinggi.

"Secara intensitas kita memang kalah. Tapi saya yakin, suatu saat kita bisa sejajar atau bahkan lebih baik, tinggal semua butuh waktu," tegas mantan pelatih Sriwijaya FC.

Baca Juga: Indonesia Dominasi IFSC Climbing World Cup Krakow 2025, Bawa Pulang Dua Emas

Lebih dari itu, Rahmad menekankan pentingnya menghadirkan kembali atmosfer pertandingan internasional seperti ini untuk membangun kepercayaan diri pemain.

"Saya bersyukur pemain bisa merasakan international match seperti ini. Dulu saat saya masih bermain, tiap kota sering mengundang tim luar. Ini yang harus kita hidupkan kembali. Piala Presiden bisa jadi momentum, dan ke depan semoga bisa undang tim yang lebih bagus lagi," tutupnya.

Tags

Terkini