Beberapa nama tenar yang bergabung antara lain Stefano Lilipaly, Nick Kuiper, Edo Febriansah, Privat Mbarga, dan Rafael Struick.
Baca Juga: Kemenangan Liverpool Ternoda, Aksi Pelecehan Rasis Dialami Semenyo di Anfield
Kehadiran mereka diharapkan memperkuat skuad dalam menghadapi kompetisi domestik sekaligus level Asia.
Namun, hasil di lapangan justru berbanding terbalik dengan ekspektasi.
Pada pekan pertama, Dewa United dipaksa menyerah 1-3 dari Malut United.
Baca Juga: Debut Hugo Ekitike di Liga Primer: Cetak Gol dan Assist yang Bikin Liverpool Unggul
Kemudian pada pekan kedua, giliran Semen Padang yang menundukkan mereka dengan skor 2-0.
Ironisnya, dua gol kemenangan Semen Padang tercipta di masa injury time.
Dua kekalahan beruntun itu menempatkan Dewa United dalam posisi genting.
Baca Juga: Gol Chiesa dan Salah Bawa Liverpool Kalahkan Bournemouth di Pertandingan Pembuka Liga Primer 2025/26
Tim asuhan pelatih asal Belanda, Jan Olde Riekerink, kini terdampar di zona degradasi, tepatnya peringkat ke-17 klasemen dengan raihan nol poin dan selisih gol minus empat.
Situasi ini jelas menjadi ujian besar bagi Riekerink. Kehadiran banyak pemain berkualitas bisa menjadi pedang bermata dua karena berpotensi mengganggu keseimbangan tim.
“Kami siap bekerja keras untuk bisa meraih kemenangan pertama,” ujar Riekerink sebelum laga kontra Semen Padang.
Baca Juga: David Beckham Hidupkan Kembali Warna Ikonik di Adidas Predator Elite Beam Pink yang Sarat Sejarah
Untungnya, Dewa United masih memiliki waktu untuk berbenah sebelum tampil di AFC Challenge League yang baru bergulir pada 25 Oktober mendatang.