liga-indonesia

PSIM Yogyakarta Tantang Persita, Adu Cerdik Dua Pelatih Eropa di Indomilk Arena

Jumat, 17 Oktober 2025 | 14:05 WIB
Pelatih Persita Carlos Pena (kiri) dan pelatih PSIM Yogyakarta Jean Paul Van Gastel (I League)

SportlinkNews - PSIM Yogyakarta akan menantang Persita Tangerang di Indomilk Arena, Tangerang, Jumat, 17 Oktober 2025 di pekan ke-9 Super League 2025/26.

Pelatih kepala PSIM, Jean-Paul Van Gastel mengaku timnya sudah siap menghadapi tuan rumah Persita. Van Gastel pun senang dengan waktu kickoff yang dimulai pukul 15:30 WIB.

“Laga nanti adalah waktu kickoff yang bagus untuk kami. Biasanya pada pukul 15:30 kami bermain dengan baik,” ucap Van Gastel.

Baca Juga: Adidas Luncurkan Koleksi Signature Terbaru Jude Bellingham

Van Gastel menjelaskan bahwa timnya memiliki waktu persiapan yang cukup panjang. “Kami memiliki waktu dua minggu karena ada jeda libur hampir sepekan. Jadi, kami punya sedikit lebih banyak waktu untuk bersiap,” katanya.

Menurutnya, pekan pertama difokuskan untuk mengembalikan kebugaran fisik para pemain setelah jeda. Memasuki pekan kedua, fokus latihan beralih pada aspek taktis dan skema permainan yang akan diterapkan melawan Persita.

“Minggu pertama kami fokus pada aspek fisik. Lalu, minggu ini lebih tentang bagaimana cara kami ingin bermain,” tambah Van Gastel.

Baca Juga: Patrick Kluivert Kelar, Ini Besarnya Uang Pesangon Jika PSSI Memecatnya

Dan meski rekor tandang belum pernah terkalahkan, pelatih asal Belanda ini mengaku tidak terbebani untuk laga lawan Persita nanti.

Dia tetap puas dengan perkembangan timnya secara keseluruhan, walau dalam laga di kandang pun juga belum pernah meraih kemenangan.

“Saya sangat puas dengan penampilan tim saya sejauh ini. Di pertandingan kandang kami tampil baik, hanya saja terkadang sedikit lebih sulit untuk meraih kemenangan,” jelas Van Gastel.

Baca Juga: Duel Persita vs PSIM Yogyakarta, Momentum Laskar Mataram Membalas Kekalahan dari Pendekar Cisadane

Sementara pelatih Persita, Carlos Pena, menganggap laga melawan PSIM akan sama sulitnya dengan pertandingan lain yang dijalani Persita musim ini.

Ia ingin menjaga mental para pemain untuk tetap rendah hati dan menilai setiap laga adalah final.

Halaman:

Tags

Terkini