SportlinkNews - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyoroti kondisi sepak bola Malaysia yang menurutnya stagnan akibat dominasi Johor Darul Ta’zim (JDT) selama lebih dari satu dekade terakhir.
Ia menilai, kekuatan berlebihan satu klub membuat atmosfer kompetisi di Negeri Jiran melemah dan berdampak pada performa tim-tim Malaysia di level Asia.
Komentar itu disampaikan Hodak usai membawa Persib Bandung memetik dua kemenangan atas wakil Malaysia, Selangor FC, pada fase grup AFC Champions League Two 2025-2026.
Baca Juga: Arsene Wenger Sebut Florian Wirtz Merusak Liverpool, Arne Slot: Ia Hanya Butuh Waktu
Maung Bandung menang 2-0 di kandang, lalu kembali menundukkan Selangor dengan skor 3-2 saat bertandang ke Malaysia.
Hasil tersebut mengokohkan posisi Persib di puncak klasemen Grup G dengan koleksi 10 poin, sementara Selangor harus puas menjadi juru kunci.
Berbekal pengalaman panjang melatih di kawasan Asia Tenggara, mulai dari Kamboja, Malaysia, hingga kini Indonesia, Hodak melihat ada kesenjangan besar dalam struktur kompetisi di Liga Malaysia.
Baca Juga: PBVSI Umumkan 14 Pemain Timnas Voli Putra SEA Games 2025, Farhan Halim Absen
“Perbedaannya dengan Liga Indonesia, di sini (Indonesia) antusiasmenya jauh lebih tinggi,” ujar pelatih asal Kroasia itu.
Menurutnya, penyebab utama kurangnya daya saing di Malaysia adalah dominasi JDT yang tidak pernah berhenti selama 11 musim terakhir.
“Di Malaysia, ada tim yang terus menjadi juara selama 11 tahun. Klub lain tidak cukup terorganisasi untuk menyaingi mereka,” ucap Hodak.
Baca Juga: Jelang Lawan Lion City Sailors, Bojan Hodak Tegaskan Persib Belum Aman
Ia menilai situasi itu membuat klub lain kehilangan motivasi untuk bersaing meraih gelar.