Dengan hanya mengumpulkan tujuh poin dan memiliki selisih gol minus 12, Laskar Sambernyawa berada di situasi yang semakin terjepit.
Baca Juga: Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Bikin Skuat Persik Buka Lelang Amal Jersey Pemain
Setelah Peter de Roo didepak, caretaker Tithan Wulung Suryata sempat memberi secercah harapan melalui dua hasil imbang melawan PSIM dan Bali United.
Namun, momentum itu tidak bertahan lama. Pada laga terbaru, Persis kembali takluk dari PSM dengan skor tipis 3-4.
Meski demikian, Footy Rankings memberikan sedikit penilaian positif terhadap Persis Solo dibanding dua penghuni dasar klasemen lainnya.
Baca Juga: Menang di Pamekasan Bikin Persib Percaya Diri Hadapi Borneo FC di Super League 2025/26
Melalui platform X, media tersebut menuliskan, "Proyeksi Indonesia Super League. Semua tim tiga terbawah kalah, dan jarak antara mereka dengan tim di atasnya mulai melebar."
Footy Rankings juga merilis proyeksi peluang degradasi untuk tiap tim.
Persijap dinilai memiliki risiko terbesar dengan 83 persen, disusul Semen Padang dengan 78 persen, dan Persis Solo dengan 66 persen.
Baca Juga: Serena Williams Pamerkan Bentuk Tubuhnya dalam Balutan Baju Renang Cut Out
Sementara itu, tim terakhir di zona aman, PSBS Biak, diperkirakan masih memiliki peluang 29 persen untuk turun kasta.
Dengan jeda kompetisi yang cukup panjang, momentum ini dapat dimanfaatkan oleh tim-tim yang tengah terpuruk untuk memperbaiki performa.
Baik Persijap maupun Persis juga berpeluang memanfaatkan waktu ini untuk mencari pelatih baru dan melakukan evaluasi menyeluruh demi memperbaiki posisi mereka di klasemen.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)