SportlinkNews - Persis Solo kembali menjadi sorotan setelah mereka terpuruk di dasar klasemen Super League 2025-2026 saat kompetisi memasuki masa jeda untuk SEA Games 2025.
Hingga pekan ke-14, persaingan di papan bawah semakin mengerucut, terutama setelah ketiga tim penghuni zona degradasi kembali gagal mendulang poin penting.
Rangkaian pertandingan hingga Minggu (30/11/2025) tidak membawa perubahan berarti, bahkan memperparah situasi bagi Persijap Jepara, Semen Padang, dan Persis Solo.
Baca Juga: Jadwal Padat dan Menantang bagi Persib Selama Desember, Mampukah Mempertahankan Tren Positif?
Ketiga klub tersebut bukan hanya gagal mendekatkan diri ke zona aman, tetapi juga menambah jarak sehingga peluang keluar dari ancaman degradasi makin menipis.
Persijap Jepara, yang baru merasakan ketatnya Super League setelah promosi musim ini, menjadi tim dengan situasi paling mengkhawatirkan.
Delapan kekalahan beruntun membuat kondisi Laskar Kalinyamat makin berat, diperburuk dengan tidak adanya pelatih kepala usai manajemen memutuskan kerja sama dengan Mario Lemos.
Beban Persijap semakin terasa ketika performa tim tak kunjung menunjukkan perbaikan berarti.
Semen Padang sempat mengalami tren serupa dengan delapan kekalahan berturut-turut.
Momentum itu terhenti setelah Dejan Antonic resmi ditunjuk sebagai pelatih baru.
Baca Juga: Van Gastel Puji Performa Kiper Ketiga PSIM Meski Dua Kali Kebobolan di Laga Melawan Persija
Namun, perbaikan performa belum signifikan karena pada pekan sebelumnya Kabau Sirah kembali harus mengakui keunggulan Persik Kediri dengan skor 2-1.
Di sisi lain, Persis Solo menjalani musim yang lebih memprihatinkan.
Artikel Terkait
Malaysia Menahan Napas Menunggu Pemain Naturalisasi
Real Madrid Jadwalkan Rapat Darurat Bahas Masa Depan Xabi Alonso
Bintang Barcelona Minta Cuti untuk Pemulihan Mental
Napoli Meraih Scudetto Kedua Dalam 3 Tahun, Conte Ungkap Rahasia
Enzo Fernandez Beberkan Semua Kontroversi Rasisme