SportlinkNews - Insiden kekerasan yang mencoreng pertandingan Liga 4 PSSI Jawa Timur (Jatim) mendapat sorotan serius dari pusat. Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husin, menegaskan pentingnya ketegasan sanksi demi menjaga keselamatan pemain dan integritas kompetisi.
Peristiwa tersebut terjadi pada laga babak 32 besar Liga 4 PSSI Jatim antara PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1). Dalam pertandingan itu, pemain PS Putra Jaya, M Hilmi, terekam melakukan tendangan keras ke arah dada pemain Perseta 1970, Firman Nugraha.
Akibat tendangan tersebut, Firman Nugraha langsung terjatuh di lapangan. Ia pun langsung mendapatkan penanganan serius dari medis.
Baca Juga: Tahan Imbang Persib, Pelatih Persik Kediri Marcos Reina Puji Penampilan Muhammad Firly
Menanggapi kejadian itu, Umar Husin menjelaskan bahwa Komdis PSSI tidak dapat langsung menjatuhkan sanksi karena kewenangan penyelenggaraan Liga 4 berada di bawah Asosiasi Provinsi (Asprov) masing-masing.
Umar pun meminta Komdis Asprov PSSI Jatim untuk bertindak tegas tanpa ragu dalam menangani kasus tersebut. Semua ini dilakukan supaya ada efek jera sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
"Kami mengimbau kepada teman-teman yang menjadi Panitia Disiplin atau berperan sebagai Komite Disiplin di semua tingkatan liga untuk tidak ragu-ragu menghukum pihak-pihak yang melakukan pelanggaran-pelanggaran yang keras, brutal, sehingga tidak mengganggu jalannya kompetisi," kata Umar dalam keterangannya kepada media, Selasa (6/1).
Baca Juga: Pelatih Persib Bojan Hodak Ajukan Surat Protes kepada Wasit
"Itu imbauan kami selaku Ketua Komdis kepada semua pihak yang bertugas sebagai Panitia Disiplin maupun sebagai Komite Disiplin di semua tingkatan liga agar memperhatikan Kode Disiplin dan rule of the game," Umar menambahkan.
Umar menegaskan aspek keselamatan atlet telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, termasuk aturan turunan yang secara spesifik tertuang dalam Kode Disiplin PSSI.
"Jadi itu penegasannya, agar Komdis di tingkat daerah ataupun Pandis (Panitia Disiplin) itu bisa bertindak tegas tanpa ragu-ragu gitu. Demi melindungi olahraga, khususnya sepak bola dan atlet," ucapnya.
Baca Juga: Menyongsong IBL 2026 Satria Muda Seimbangkan Seluruh Kekuatan Tim Demi Membidik Gelar Juara
Melihat beratnya pelanggaran yang dilakukan, Umar bahkan menilai sanksi maksimal layak dijatuhkan kepada M Hilmi. Ia meminta sang pemain tidak boleh bermain lagi.
"Terkait kejadian tersebut kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup," ujarnya.