SportlinkNews - Nama Dusan Lagator mendadak menjadi buah bibir di kalangan pencinta sepak bola nasional setelah penampilan heroiknya akhir pekan lalu. Bek tengah asal Montenegro tersebut tidak terlalu menonjol sebelum laga antara PSIM Yogyakarta melawan PSM Makassar digelar.
Peta perhatian publik berubah total sesaat setelah wasit meniup peluit panjang di Stadion Mandala Krida pada Jumat, 10 April 2026. Lagator muncul sebagai pahlawan kemenangan dramatis bagi tim tamu lewat gol telatnya yang tercipta tepat pada menit 90+9.
Sumbangan gol di detik-detik akhir tersebut bermakna sangat besar bagi sejarah perjalanan tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan musim ini. Hasil positif tersebut sekaligus mengakhiri tren buruk skuad PSM yang sempat berpuasa kemenangan dalam enam pertandingan berturut-turut.
Baca Juga: Como 3-4 Inter: Comeback Dramatis Membawa Pemimpin Klasemen Unggul 9 Poin
Berkat kontribusi krusialnya sepanjang laga, pemain bernomor punggung tangguh ini resmi dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga tersebut. Lagator yang tampil solid di barisan pertahanan pun memberikan apresiasi tinggi terhadap mentalitas bertarung yang ditunjukkan rekan setimnya.
"Pastinya pertandingan yang sulit. Kalian bisa lihat skor sempat 1-0 untuk lawan. Lalu kami menyamakan 1-1 lalu berbalik unggul 2-1. Ini adalah kemenangan yang sangat penting untuk kami," kata Lagator.
Lagator menilai bahwa kekompakan tim di lapangan menjadi kunci utama mengapa mereka mampu meraup poin penuh dari markas lawan. Ia sangat terkesan dengan determinasi menyerang yang ditunjukkan oleh timnya tanpa kenal lelah hingga pertandingan benar-benar berakhir.
Baca Juga: Bintang Liga Premier Ini Punya Tato Mengharukan Tentang Pelatih Toze
"Tentu saya senang karena seluruh pemain di tim ini punya semangat untuk memenangkan pertandingan. Lihat bagaimana tim ini bermain. Kami menyerang dari berbagai sisi," ucapnya.
Meski menjadi sosok sentral dalam kemenangan tersebut, Lagator tidak ingin dirinya dan anggota skuat yang lain terbuai oleh suasana pesta. Ia menekankan pentingnya menjaga kestabilan mental karena tantangan besar sudah menunggu di depan mata bagi skuat asuhan Bernardo Tavares.
Agenda pertandingan selanjutnya akan digelar di markas sendiri yang menuntut kesiapan fisik dan taktik lebih matang dari sebelumnya. Lagator menegaskan bahwa performa impresif di Yogyakarta harus menjadi standar minimal bagi setiap penggawa PSM di sisa kompetisi.
Baca Juga: Genoa 2-1 Sassuolo: Diwarnai 2 Kartu Merah, Jay Idzes dkk Tumbang di Stadio Ferraris
"Tapi walaupun begitu, kami harus terus fokus untuk pertandingan berikutnya di kandang. Kita harus kerja keras untuk mendapat poin," ujarnya.
Berdasarkan jadwal, PSM akan melakoni dua partai kandang secara berturut-turut dalam waktu dekat. Dukungan penuh dari suporter setia di stadion diharapkan mampu menjadi tambahan energi bagi para pemain untuk terus meraih hasil maksimal.