SportlinkNews - Ambisi Dewa United Banten FC untuk menembus jajaran elite empat besar Super League 2025/26 makin nyata setelah hasil positif dari Ternate. Kemenangan tipis 2-1 atas Malut United FC di Stadion Gelora Kie Raha pada Minggu (12/4), menjadi bukti ketangguhan Banten Warriors.
Keberhasilan meraih poin penuh di markas lawan ini memperpanjang tren positif tim yang terus merangkak naik di tabel klasemen. Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink melihat adanya transformasi besar dalam kekuatan tim yang dipimpinnya sejak memasuki putaran kedua kompetisi.
Juru taktik asal Belanda tersebut memiliki keyakinan tinggi terhadap kapasitas anak asuhnya yang kini tampil lebih solid dan kompetitif. Riekerink berpendapat potensi tim untuk bersaing di jalur juara sebenarnya sangat besar apabila fondasi skuat saat ini sudah terbentuk lebih awal.
Baca Juga: Como 3-4 Inter: Comeback Dramatis Membawa Pemimpin Klasemen Unggul 9 Poin
"Saya masih percaya bahwa kami sebenarnya bisa bersaing dalam perebutan gelar jika sejak awal musim kami bekerja lebih keras dan membangun skuat seperti yang kami miliki sekarang," ujar Riekerink.
Riekerink menyoroti salah satu kunci kebangkitan Dewa United terletak pada kedalaman komposisi pemain yang merata di setiap lini. Hal ini berbeda jauh dengan kondisi tim pada paruh pertama musim yang seringkali kesulitan saat melakukan rotasi pemain.
Kehadiran pemain pelapis dengan kualitas yang setara dengan pemain inti memberikan fleksibilitas taktik yang sangat dibutuhkan dalam jadwal kompetisi yang padat. Persaingan internal untuk memperebutkan posisi utama di lapangan kini menjadi jauh lebih ketat dan memicu performa maksimal setiap individu.
Baca Juga: Bintang Liga Premier Ini Punya Tato Mengharukan Tentang Pelatih Toze
"Saat ini kami memiliki bangku cadangan yang sangat kuat dengan pemain-pemain berkualitas, sesuatu yang tidak kami miliki di paruh pertama musim," ucapnya.
Riekerink juga menambahkan bahwa atmosfer kompetisi antar pemain di dalam internal tim kini jauh lebih sehat dan positif. "Menurut saya, saat itu kami belum menemukan kompetisi yang sehat antar pemain di dalam tim," sambungnya lagi sebagai bahan evaluasi perjalanan musim ini.
Menariknya, grafik peningkatan performa di fase krusial ini seolah menjadi identitas yang melekat pada tim Dewa United dalam beberapa tahun terakhir. Ia mencatat pola yang konsisten di mana timnya selalu tampil jauh lebih bertenaga setelah melewati masa jeda kompetisi atau paruh musim.
Baca Juga: Genoa 2-1 Sassuolo: Diwarnai 2 Kartu Merah, Jay Idzes dkk Tumbang di Stadio Ferraris
Pekerjaan rumah yang dilakukan selama periode bursa transfer musim dingin terbukti membuahkan hasil signifikan bagi performa kolektif tim di lapangan hijau. Fokus utama staf pelatih saat itu adalah menciptakan ekosistem permainan yang lebih seimbang antara sektor pertahanan dan serangan.
"Selama musim dingin, kami bekerja sangat keras untuk membentuk skuat yang seimbang dan kompetitif. Pada enam bulan pertama, kami belum memiliki tingkat persaingan yang cukup. Sekarang keseimbangan tim sudah baik," ujarnya.