liga-indonesia

Antoine Griezmann Percaya Diri Bawa Atletico Madrid ke Final

Selasa, 5 Mei 2026 | 19:40 WIB
Pemain Atletico Madrid, Antoine Griezmann. (Getyy Images)

SportlinkNews - Penyerang andalan Atletico Madrid, Antoine Griezmann, menegaskan kesiapannya untuk menumbangkan Arsenal dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions 2025/26. Pemain asal Prancis tersebut membawa ambisi besar untuk mengantarkan Los Colchoneros melangkah ke partai puncak demi mengukir sejarah baru di kompetisi tertinggi Eropa.

Pertempuran sengit ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Emirates pada Rabu (6/5) WIB, dengan tensi yang sangat tinggi. Setelah bermain imbang 1-1 pada pertemuan pertama, Atletico wajib meraih kemenangan dengan skor berapapun untuk menyegel tiket final.

Hasrat besar untuk meraih trofi bergengsi ini bahkan membuat Griezmann memutuskan untuk menunda rencana kepindahannya ke klub MLS, Orlando City. Griezmann memilih untuk fokus sepenuhnya menyelesaikan musim ini di Spanyol dan berharap bisa mempersembahkan kado perpisahan yang manis bagi para pendukung setia Atletico.

Baca Juga: PSS Sleman Vs Garudayaksa FC Siap Tempur di Laga Penentuan Gelar Juara Championship 2025/26

"Saya selalu jelas: tujuan saya adalah untuk tetap di sini (sampai akhir musim), karena kami bisa melakukan sesuatu yang luar biasa," ujar Griezmann, dikutip dari ESPN.

Griezmann meyakini skuad asuhan Diego Simeone saat ini memiliki mentalitas dan kualitas yang cukup untuk melewati hadangan Arsenal. Keyakinan kolektif di dalam ruang ganti menjadi modal utama mereka untuk menghadapi tekanan publik tuan rumah yang dipastikan akan memadati stadion.

Bagi pemain bernomor punggung 7 tersebut, peluang untuk mencapai final kedua kalinya bersama Atletico merupakan sebuah panggilan sejarah yang tidak boleh terlewatkan. "Saya tidak ragu. Saya merasa kami bisa melakukan sesuatu yang bersejarah, dengan (lolos ke) final lainnya, dan tim tahu itu," ucapnya.

Baca Juga: Coventry City dan Ipswich Town Jadi Tim Promosi Liga Primer, Siapa Tim Ketiganya?

Catatan sejarah menunjukkan Griezmann memiliki luka lama yang belum sembuh total saat merasakan pahitnya kekalahan di final Liga Champions sedekade silam. Momen menyakitkan saat kalah adu penalti dari Real Madrid menjadi motivasi tambahan untuk membalikkan nasib di penghujung kariernya.

Kegagalan mengeksekusi penalti di waktu normal pada final sepuluh tahun lalu di Milan masih membekas kuat dalam ingatan kolektif para penggemar sepak bola. Namun, transformasi mental yang signifikan telah dialami Griezmann seiring bertambahnya usia dan pengalaman bertanding di level tertinggi.

"Tahun itu (2016) sangat berbeda. Saya mengalami banyak tekanan. Semuanya berjalan begitu cepat, dan saya tidak tahu bagaimana cara memperlambatnya. Sekarang saya lebih tenang dan lebih matang," ujarnya.

Baca Juga: PSS Sleman Kantongi Tiket Promosi Super League Usai Kandaskan PSIS Semarang

Kedewasaan tersebut membuatnya mampu menikmati setiap detik persiapan menjelang pertandingan krusial tanpa terbebani oleh ekspektasi yang berlebihan dari media maupun publik. Kegembiraan bermain sepak bola di panggung sebesar semifinal Liga Champions kini menjadi energi positif yang Griezmann tularkan kepada rekan-rekan setimnya yang lebih muda.

"Saya menghadapi laga dengan lebih rileks, dengan lebih banyak kegembiraan. Ini adalah momen-momen yang Anda pikir akan kembali, tetapi ternyata tidak. Tidak semua orang berkesempatan bermain di semifinal Liga Champions... Kami bisa membuat sejarah," ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini