SportlinkNews - Kesuksesan Arema FC melumat PSM Makassar 3-0 pada pekan ke-32 Super League 2025/26 menjadi bukti sahih efektivitas transformasi strategi di bawah arahan Marcos Santos. Laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (9/5), memperlihatkan kematangan skema baru yang diterapkan sang juru taktik.
Perubahan mendasar terlihat jelas pada struktur pertahanan Singo Edan yang kini tampil jauh lebih kolektif. Skema empat bek yang menjadi andalan di awal kompetisi telah ditinggalkan demi stabilitas yang lebih kokoh melalui formasi lima pemain bertahan.
Dalam sistem baru ini, Betinho memegang peranan krusial sebagai jembatan antara lini tengah dan area belakang. Gelandang asal Brasil tersebut ditarik lebih dalam ke area pertahanan guna memberikan perlindungan ekstra terhadap serangan balik lawan.
Baca Juga: Chelsea Mendekati Xabi Alonso untuk Posisi Manajer yang Kosong
Santos menegaskan langkah berani mengubah fondasi permainan ini didasari oleh analisis mendalam terhadap perkembangan liga. Ia mengaku terus belajar menyesuaikan visi bermainnya dengan karakteristik unik kompetisi sepak bola di tanah air.
“Sebenarnya bagi saya ini juga pengalaman baru untuk semakin mengenal Liga Indonesia seiring berjalannya putaran dan pertandingan. Dan karena kebutuhan tim juga, ada momen ketika kami hampir tidak memiliki bek tengah,” ujarnya.
Masalah cedera yang menghantam sejumlah pilar utama lini belakang memaksa tim pelatih untuk memutar otak dengan cepat. Sebelum perubahan ini dilakukan, Arema FC sering kali menjadi sorotan karena koordinasi pertahanan yang dianggap terlalu rapuh dan mudah ditembus.
Baca Juga: Rivalitas dengan Persib Semakin Sengit Usai Borneo FC Tundukkan Bali United FC
Kehilangan poin akibat gol-gol yang seharusnya bisa diantisipasi memicu Santos untuk segera membangun benteng pertahanan yang lebih solid. Keputusan memperkuat struktur bertahan akhirnya menjadi titik balik performa Arema FC di fase krusial kompetisi musim ini.
“Karena itu kami harus membangun struktur pertahanan yang lebih baik karena sebelumnya kami terlalu banyak kebobolan. Dan ternyata itu cocok,” ucapnya.
Fleksibilitas Betinho dalam menjalankan peran barunya memberikan keseimbangan yang selama ini dicari oleh skuad Singo Edan. Disiplin posisi yang ditunjukkan para pemain membuat agresivitas PSM seolah tidak berdaya dalam menembus kotak penalti.
Baca Juga: Jepang Jadi Satu-satunya Wakil Asia Penerima Hibah FIFA Global Citizen Education Fund 2026
Meski PSM sempat menebar ancaman serius benteng Arema FC tetap berdiri tegak. Koordinasi antarpemain di lini belakang terlihat jauh lebih rapi dan saling menutup ruang kosong dibandingkan laga-laga sebelumnya.
Ketenangan yang ditunjukkan penjaga gawang Arema FC juga meningkat drastis berkat proteksi maksimal dari barisan pertahanan di depannya. Hingga peluit panjang berbunyi, Arema FC sukses mengamankan catatan tidak kebobolan yang sangat berharga di tengah tekanan tinggi lawan.