SportlinkNews - Jepang menjadi satu-satunya negara di Asia yang berhasil menempatkan organisasi akar rumputnya sebagai penerima hibah FIFA Global Citizen Education Fund 2026.
Dua organisasi asal Jepang, SDGs Promise Japan dan Ubuntu FS, masuk dalam daftar penerima dana global yang difokuskan untuk pengembangan pendidikan dan sepak bola bagi anak-anak di komunitas kurang terlayani.
Program FIFA Global Citizen Education Fund sendiri baru diluncurkan pada 2025 dengan target menghimpun dana sebesar USD 100 juta hingga berakhirnya Piala Dunia FIFA 2026.
Baca Juga: Spurs Goyah Tanpa Wembanyama, Timberwolves Curi Momentum di Gim 4
Dana tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus pembinaan sepak bola anak di berbagai negara.
Pada tahap pertama, FIFA dan Global Citizen memilih 27 organisasi dari 10 negara yang menerima hibah senilai USD 50 ribu hingga USD 250 ribu. Dari seluruh negara Asia, hanya Jepang yang berhasil meloloskan organisasi penerima pendanaan.
Keberhasilan Jepang menjadi sorotan karena persaingan proses seleksi berlangsung sangat ketat.
Baca Juga: Sarah Azra dan Nathanael Bidik Podium AMPC 2026 untuk Indonesia
FIFA menyebut lebih dari 3.500 proposal dari berbagai negara masuk dalam tahap pendaftaran sebelum akhirnya disaring melalui proses evaluasi independen dan uji kelayakan mendalam.
Masuknya dua organisasi Jepang tersebut memperlihatkan kuatnya ekosistem pengembangan olahraga berbasis komunitas di negara itu.
FIFA menilai model pembinaan yang menggabungkan pendidikan, sepak bola, dan penguatan sosial masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian penerima hibah.
Baca Juga: Kemenpora Luncurkan Program BERDAYA, Fokus Perkuat Pembinaan Olahraga Disabilitas
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengatakan sepak bola memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan sosial yang nyata, terutama bagi anak-anak di wilayah yang akses pendidikan dan pembinaannya masih terbatas.
"Sepak bola mampu menyatukan, menginspirasi, dan menciptakan perubahan jangka panjang. Melalui FIFA Global Citizen Education Fund, kami ingin membantu lebih banyak anak mendapatkan akses pendidikan dan keterampilan hidup melalui sepak bola," ungkapnya.
Sementara itu, CEO Global Citizen, Hugh Evans, menilai akses pendidikan masih menjadi persoalan besar di banyak negara.
Baca Juga: Penampakan Bekam Presenter Sepak Bola Mirip Kim Kardashian Bikin Penggemar Terkejut
Menurutnya, dukungan terhadap program berbasis komunitas dapat membantu memutus rantai kemiskinan sekaligus membuka peluang masa depan anak-anak.
Selain Jepang, penerima hibah tahap pertama berasal dari Afrika Selatan, Rwanda, Ethiopia, Sierra Leone, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, hingga Kolombia.
FIFA mengungkapkan hingga saat ini dana yang berhasil dikumpulkan telah melampaui USD 30 juta.
Baca Juga: Hansi Flick Emosional Bereaksi atas Keberhasilan Barcelona Meraih Gelar La Liga
Sumber pendanaan berasal dari yayasan filantropi, perusahaan global, donatur individu, hingga hasil penjualan tiket event besar seperti 2026 FIFA World Cup dan 2025 FIFA Club World Cup.
Sebagian dana yang terkumpul juga akan dialokasikan untuk program Football for Schools (F4S), inisiatif FIFA yang memanfaatkan sepak bola sebagai sarana pendidikan dan pengembangan karakter anak di berbagai negara.
Pendaftaran untuk siklus kedua FIFA Global Citizen Education Fund kini resmi dibuka.
Baca Juga: Real Madrid Hampa Gelar Musim Ini, Alvaro Arbeloa Janjikan Kebangkitan
FIFA dan Global Citizen membuka kesempatan bagi organisasi berbasis masyarakat di seluruh dunia untuk mengajukan proposal program pendidikan dan olahraga bagi anak-anak.
Artikel Terkait
FIFA Tegaskan Sanksi Berat Aksi Mogok Main dan Tutup Mulut
FIFA Raup Untung Gila-gilaan, Harga Bola Piala Dunia Lebih Mahal dari Upah Pekerja Sebulan
FIFA Sahkan Permintaan UEFA, Prestianni Terancam Tak Dibawa ke Piala Dunia 2026
Kericuhan di Jayapura Pecah, PSSI Ingatkan Indonesia Masih Dalam Pengawasan Ketat FIFA
FIFA Bebaskan Otamendi dan Caicedo dari Jerat Sanksi