liga-indonesia

Panca Takhta Persib: Dari Kompetisi Amatir Hingga Profesional

Minggu, 24 Mei 2026 | 11:05 WIB
Persib pawai juara Super League 2025-26 Minggu 24 Mei 2026

2. Kejurnas PSSI 1959/1961 (Semarang)

Persib mengakhiri puasa gelar selama 24 tahun setelah menjuarai Kejurnas PSSI 1959/1961 yang berlangsung panjang dan melelahkan. Pada putaran final berformat 7 Besar, Persib memimpin klasemen akhir dengan mengumpulkan nilai 11, hasil 5 kali menang, sekali imbang, dan lagi-lagi tak terkalahkan.

Pada putaran final, Ade Dana dan kawan-kawan mengawali perjuangan di Makassar dengan membantai Persema Malang 7-1 (3 Juni 1961) dan bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah sekaligus juara bertahan PSM Makassar dalam pertandingan yang berakhir dengan kericuhan pada 4 Juni 1961.

Setelah mengalahkan PSMS Medan 5-3 (16 Juni 1961) dan PSIS Semarang (18 Juni 1961) di Stadion Siliwangi Bandung, PERSIB memastikan trofi juara di Semarang usai menundukkan Persebaya Surabaya 2-1 (28 Juni 1961) dan Persija Jakarta 3-1 (1 Juli 1961).

Baca Juga: Real Madrid Incar Transfer Erling Haaland setelah Kepergian Guardiola

3. Kompetisi Perserikatan 1986 (Jakarta)

Sempat digagalkan PSMS Medan dalam dua grandfinal tahun 1983 dan 1985, Persib akhirnya kembali menjadi juara kompetisi kasta tertinggi nasional setelah menundukan Perseman Manokwari 1-0 di partai puncak Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1986 di Stadion Utama Senayan (sekarang Gelora Bung Karno) Jakarta, 11 Maret 1986. Gol tunggal kemenangan PERSIB dicetak Djadjang Nurdjaman menit 77.

Persib lolos ke grandfinal setelah menempati peringkat kedua babak 6 Besar yang menggunakan sistem round robin. Kemenangan "hadiah" 6-0 dari Perseman (6 Maret 1986) mengantarkan Persib ke grandfinal karena unggul selisih gol dengan Persija Jakarta.

Di grandfinal, pelatih Nandar Iskandar menurunkan komposisi tim terbaiknya yaitu Sobur (kiper), Adeng Hudaya, Robby Darwis, Suryamin, Ade Mulyono (belakang); Adjat Sudradjat, Bambang Sukowiyono, Iwan Sunarya (tengah); Suhendar, Dede Rosadi/Wawan Karnawan, dan Djadjang Nurdjaman (depan).

Baca Juga: Herdman Pantau Hanan di Persija, Absen di Laga Penentuan Juara Persib

4. Kompetisi Perserikatan 1989/1990 (Jakarta)

Ditandai proses regenerasi dari generasi 1980-an ke era 1990-an yang berjalan relatif mulus, Persib menjuarai Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1989/1990 usai mengalahkan Persebaya 2-0 pada pertandingan final di Stadion Utama Senayan Jakarta, 11 Maret 1990. Dua gol kemenangan PERSIB dicetak melalui gol bunuh diri Subangkit menit 7 dan Dede Rosadi menit 59.

Sebelumnya, lolos sebagai runner-up Wilayah Barat, Persib menundukkan Persebaya 2-0 (4 Maret 1990) dan imbang tanpa gol dengan PSMS (5 Maret 1990) untuk melaju ke semifinal sebagai juara Grup II. Di semifinal, 8 Maret 1990, Persib menyingkirkan PSM 3-0.

Baca Juga: Thailand Bersinar di Malaysia Masters 2026, Panitchaphon Tantang Li Shi Feng di Final

Di partai puncak, pelatih Ade Dana menurunkan komposisi tim Samai Setiadi (kiper), Dede Iskandar, Ade Mulyono, Robby Darwis, Adeng Hudaya, Asep Sumantri, Nyangnyang/Dede Rosadi, Yusuf Bachtiar, Sutiono Lamso, Adjat Sudradjat, dan Djadjang Nurdjaman.

Halaman:

Tags

Terkini