SportlinkNews - Bertepatan dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, FIFA menggelar kegiatan FIFA Players Executive Programme di Miami.
Marc Klok, kapten Persib, mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini yang memberikan banyak manfaat bagi dirinya sebagai seorang atlet sepak bola.
Marc Klok mengaku sangat bersyukur dan bahagia karena mendapat kesempatan mengikuti FIFA Players Executive Programme di Miami, Amerika Serikat.
Baca Juga: Hantam Qatar 3-1, Bosnia dan Herzegovina Perpanjang Napas Lolos Babak 32 Besar
Kesempatan langka itu disyukuri Klok sebagai salah satu berkah terbesar dalam karier profesionalnya.
Melalui FIFA Players Executive Programme, Klok mengaku punya kesempatan belajar langsung di bawah naungan otoritas tertinggi sepakbola dunia, Baginya, hal itu merupakan sebuah kehormatan besar.
Klok juga merasa sangat beruntung menjadi salah satu pemain aktif yang mendapat undangan eksklusif ini, di tengah jutaan pesepakbola dunia yang mendambakan ruang kelas eksekutif tersebut.
Baca Juga: Pembalap McLaren Lando Norris Resmi Jadi Penghuni Madame Tussauds London
"Undangan dari FIFA ini sangat spesial. Saya mengikuti Player Executive Programme yang itu sangat berguna setelah kita tak bermain lagi," kata Klok, Rabu, 24 Juni 2026.
Dia mengatakan, program yang diikutinya menjadi bekal bagi pemain setelah gantung sepatu. Pemain bernomor punggung 23 ini bersyukur, dia bisa menyelesaikan program ini.
"Untuk bikin koneksi dan pelajaran. Saya mencoba ambil lisensi yang layak untuk masa depan di industri sepakbola, dan saya (ingin) berhasil," ucapnya.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati Usai MotoGP 2026 Kelar
FIFA Players Executive Programme merupakan sebuah program baru yang bertujuan untuk mendukung para pemain di luar lapangan sekaligus mendorong lebih banyak pemain dan pelatih, baik pria maupun wanita, untuk menduduki posisi tingkat tinggi dalam manajemen sepak bola.
Program ini juga mempersiapkan para pemain aktif untuk transisi yang lebih lancar setelah mereka memutuskan untuk pensiun - masa yang menantang baik secara finansial maupun dari perspektif pribadi dan gaya hidup.