SportlinkNews - Saga transfer penyerang sayap andalan Borneo FC Samarinda, Mariano Peralta, kini memasuki babak baru yang penuh dengan spekulasi panas. Persija Jakarta terancam gagal mengamankan tanda tangannya setelah rival abadi mereka, Persib Bandung, dilaporkan kembali masuk dalam perburuan.
Sebelumnya, Persija disebut-sebut telah mencapai kesepakatan personal untuk memboyong pemain asal Argentina tersebut ke ibu kota. Pelatih anyar Macan Kemayoran, Shin Tae-yong, bahkan sempat melontarkan pernyataan pemain terbaik Super League musim 2025/26 itu segera merapat.
Namun, teka-teki masa depan Peralta kembali bergulir liar setelah manajemen Persija belum juga meresmikannya ke publik. Momentum mandek ini langsung dimanfaatkan oleh Persib yang sejak awal memang menaruh minat besar untuk mendaratkannya.
Baca Juga: Memulai Pramusim Arsenal Tantang Borussia Dortmund di Turnamen Emirates Cup 2026
Kabar mengenai dinamika transfer Peralta dikonfirmasi langsung oleh pakar transfer sepak bola asal Italia, Lorenzo Lepore. Lewat unggahan di akun media sosial pribadinya, ia membeberkan adanya pergeseran situasi yang bisa merugikan kubu Persija.
"Dewa United dan Persebaya sempat menunjukkan ketertarikan, tapi tidak pernah masuk ke tahap negosiasi nyata, sebagaimana telah kami ungkap secara eksklusif," tulis Lepore di akun media sosial.
Jurnalis asal Negeri Pizza tersebut menambahkan bahwa kegagalan Persija mengeksekusi transfer dengan cepat membuka celah lebar bagi kubu Persib. Keikutsertaan Maung Bandung di panggung kompetisi antarklub tertinggi di Asia disinyalir menjadi magnet kuat yang memikat hati Peralta.
Baca Juga: Fulham Gaet Jonah Kusi Asare dari Bayern Munchen, Teken Kontrak Lima Tahun
"Persib Bandung, klub lain yang juga telah kami ungkap secara eksklusif, kini kembali menjadi opsi. Ini bukan negosiasi yang sudah matang - Peralta sudah hampir sepakat dengan Persija - tapi situasi yang mandek saat ini bisa mengubah arah. Ada satu faktor yang cukup menentukan: Persib tampil di Liga Champions AFC, dan itulah yang diinginkan Peralta."
Daya tarik Peralta di bursa transfer memang sangat wajar mengingat performa impresif yang ditunjukkannya sepanjang musim lalu. Pemain kelahiran Buenos Aires tersebut menjelma menjadi predator lini serang yang sangat menakutkan bagi barisan pertahanan lawan.
Statistik mencatat Peralta sukses menggelontorkan total 20 gol serta menyumbang 12 asis sepanjang kompetisi bergulir. Catatan gol fantastis tersebut hanya kalah tajam dari David da Silva, yang keluar sebagai top skor dengan koleksi 23 gol.
Baca Juga: Marco Bezzecchi Masuk Rumah Sakit Setelah Kecelakaan Hebat di MotoGP Assen
Selain produktif dalam urusan merobek jala gawang lawan, akurasi umpan Peralta juga menjadi yang terbaik di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Ia resmi menyandang status sebagai raja asis terbanyak musim lalu berkat kreativitas permainannya yang di atas rata-rata.
Sinar terang yang dipancarkan oleh Peralta ternyata tidak hanya memikat klub-klub papan atas di dalam negeri saja. Dua kekuatan finansial besar dari kawasan Asia Tenggara dilaporkan ikut memantau situasi mandek yang sedang terjadi antara Persija dan sang pemain.