Prediksi Final Piala FA, Crystal Palace Vs Manchester City: Kesempatan Terakhir Guardiola

Suryansyah, Sportlink News
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 08:20 WIB
Manchester City diunggulkan oleh superkomputer Opta untuk menjuarai Piala FA. (theanalyst)
Manchester City diunggulkan oleh superkomputer Opta untuk menjuarai Piala FA. (theanalyst)

SportlinkNews - Semua mata akan teruju ke Stadion Wembley, Sabtu 17 Mei 2025. Crystal Palace dan Manchester City bentrok di final Piala FA.

Bisakah Eagles mengalahkan peluang untuk memenangkan Piala FA untuk pertama kalinya? Theanalyst menghamparkan statistik Crystal Palace vs Manchester City.

Manchester City adalah favorit untuk Piala FA 2024-25, memenangkan pertandingan ini dalam waktu 90 menit dalam 52,5% simulasi.

Crystal Palace berkompetisi di final Piala FA ketiga mereka, kalah dari Manchester United pada tahun 1990 dan 2016.

Baca Juga: Chelsea 1 Man Utd 0: Marc Cucurella Selamatkan Impian ke Liga Champions

Pep Guardiola bisa menjadi manajer kedua yang memenangkan kedua kompetisi domestik utama Inggris tiga kali atau lebih setelah Alex Ferguson (5x Piala FA, 4x Piala Liga).

Memenangkan Piala FA akan berarti sesuatu yang sama sekali berbeda bagi Crystal Palace dan Manchester City.

Bagi Palace, ini akan menjadi hadiah atas perekrutan cerdas dan perencanaan cermat selama bertahun-tahun di bawah kepemimpinan ketua Steve Parish, yang menyelamatkan klub dari potensi likuidasi pada tahun 2010 ketika mereka berjuang untuk tetap berada di Championship.

Baca Juga: Tak Dapat Tempat di Tim Utama, Justin Hubner Angkat Kaki dari Wolverhampton Wanderers

Bagi City, ini akan menjadi kesempatan untuk menyelamatkan sebagian martabat dari kampanye yang dapat dianggap sebagai yang terburuk selama era Pep Guardiola, dan tetap menjadi pertanda bagi keinginan mereka untuk bersaing di semua lini sekali lagi musim depan.

Degradasi dari Liga Premier adalah kemungkinan nyata bagi setidaknya 10 tim setiap tahun. Crystal Palace telah bermain-main dengan kemungkinan itu pada beberapa kesempatan selama 12 musim tanpa gangguan mereka saat ini sebagai klub papan atas.

Tapi di bawah manajer Oliver Glasner, tempat di Eropa tiba-tiba terasa lebih mungkin daripada pertempuran dengan degradasi.

Baca Juga: Abang Eliano Reijnders Jadi Rebutan Manchester City dan Real Madrid

Tempat mereka di final ini sebagian besar dapat dikaitkan dengan pengaruh pelatih asal Austria tersebut.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: theanalyst

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X