"Lebih lanjut, dengan selesainya penjualan saham Eagle Football kepada Woody Johnson, tidak akan ada kemungkinan konflik kepentingan setelah kompetisi dimulai."
"Kami akan terus memperjuangkan kasus kami dan bekerja sama dengan UEFA untuk mencapai hasil yang adil dan setara agar kami dapat mengambil tempat yang seharusnya di Liga Europa, serta meminta nasihat hukum untuk mempertimbangkan opsi kami, termasuk banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS)."
Berbicara secara terpisah kepada Sky Sports, ketua Crystal Palace, Steve Parish, mengatakan, "Kami sangat terpukul, terutama bagi para pendukung."
Baca Juga: Tampil Berhijab di Liga Turki, Megawati Hangestri Jadi Sorotan Warganet
"Saya pikir para pendukung semua klub seharusnya terpukul untuk kami karena ini adalah impian kami."
"Saya sangat terpukul untuk para pemain, untuk para penggemar, untuk para staf. Saya pikir ini hari yang buruk bagi sepak bola."
"Saya pikir sebagian besar penggemar sepak bola, penggemar sepak bola yang waras, akan melihat betapa buruknya ketidakadilan ini bagi klub sepak bola," ujar Parish.
Baca Juga: Data dan Fakta Gelandang Baru Arsenal Christian Norgaard Diincar Sejak 2021
"Ini adalah sesuatu yang sangat saya harapkan dapat diperbaiki, karena saya yakin tidak ada seorang pun di dunia sepak bola yang ingin melihat ini."
"Tidak seorang pun di dunia sepak bola, dan saya rasa UEFA, ingin melihat ini – klub-klub yang seharusnya lolos ke kompetisi tertentu dikunci dari kompetisi tersebut, dengan alasan teknis yang paling konyol yang dapat Anda bayangkan."
"Kami sedang mempertimbangkan semua opsi saat ini. Kami lebih suka jika ada yang campur tangan dalam proses ini. Kami yakin [Presiden UEFA] [Aleksandar] Ceferin atau orang lain dapat melakukan itu."
Baca Juga: Kembali ke Lapangan, Dedi Kusnandar Nyaris Frustasi karena Cedera Parah yang Dialaminya
"Ini adalah aturan yang tidak dapat kami patuhi. Sebuah aturan telah dibuat yang mustahil untuk dipatuhi oleh Crystal Palace, pemilik mayoritas Crystal Palace."
"Seorang pemegang saham minoritas harus menjual atau menempatkan saham mereka dalam bentuk trust. Kami tidak memiliki wewenang untuk memaksa mereka melakukan itu. Jadi, bagian itu saja sudah sepenuhnya tidak sesuai," papar Steve Parish.
Bagaimana nasib Crystal Palace di Liga Europa?
Artikel Terkait
Joel Ward Pensiun, Tinggalkan Crystal Palace yang Dibelanya Selama 13 Tahun
Crystal Palace Tumbangkan Manchester City, Raih Kemenangan Bersejarah di Piala FA
Pep Guardiola Bungkam soal Kontroversi Kiper Crystal Palace di Final Piala FA
Kisah Pahit Crystal Palace Usai Juara Piala FA, Terancam Gagal Main di Eropa