Ia mampu mengubah budaya toksik di United, di mana banyak pemain lebih suka terkenal di media sosial daripada fokus pada sepak bola, dan selalu menjunjung tinggi ego.
Pemain berusia 25 tahun ini selalu menjadi sosok yang populer dan dihormati di ruang ganti Brentford.
Ia menghindari kesenangan yang merugikan, melatih pikirannya melalui catur dan membaca, di samping hobinya bermain piano. Mbeumo juga memotivasi rekan satu timnya melalui ambisinya sendiri.
"Saya tidak ingin membatasi diri karena saya tahu saya bisa melangkah lebih jauh," ujarnya kepada Telegraph Sport musim lalu.
Hal ini sangat dibutuhkan United, tim yang telah terlalu lama berada dalam kondisi mediokritas dan perlu kembali ke kejayaannya.
Artikel Terkait
Kritik KONI Lampung, Edy Purnomo Dicopot dari IPSI
Pelatih Madura United Alfredo Vera Siapkan Racikan Pemain Jelang Kick Off Super League 2025/26
Jadi Man of The Match Indonesia vs Filipina Robi Darwis Tidak Mau Terlena dan Tetap Fokus Hadapi Malaysia
Napoli dan EA7 Hadirkan Jersey 2025-2026: Gaya, Simbolisme, dan Identitas Kota
Pelatih Inter Miami Pasrah Menyaksikan Kelelahan, Messi dan Jordi Alba Diminta Istirahat