Banyak yang menuduh UEFA menerapkan standar ganda, menghukum Rusia karena invasi ke Ukraina, namun diam terkait agresi Israel, padahal federasi tersebut berada di bawah naungan UEFA.
Baca Juga: El Rumi Raja Ring Selebriti, Hajar TKO Jefri Nichol dalam 38 Detik
Kritik juga diarahkan pada sikap UEFA yang dinilai “melindungi” Israel dari kecaman terbuka.
Tidak hanya Salah, legenda sepak bola Prancis Eric Cantona juga ikut bersuara.
Melalui akun Instagram, mantan bintang Manchester United itu mengecam keras kematian Obeid dan menyebut tindakan Israel sebagai bentuk genosida.
Baca Juga: Prediksi Crystal Palace vs Liverpool: Pratinjau Superkomputer Opta Community Shield
“Berapa lama lagi kita akan membiarkan mereka melakukan genosida ini? Bebaskan Palestina,” tulis Cantona.
Suleiman Obeid sendiri lahir di Jalur Gaza pada 24 Maret 1984 dan berposisi sebagai penyerang.
Ia membela Timnas Palestina sejak 2007 hingga 2013, mencatat 24 penampilan dan mencetak dua gol.
Baca Juga: Pemenang Community Shield Tidak Jaminan Juara Liga Primer Inggris
Di level klub, Obeid pernah menjadi top scorer West Bank Premier League musim 2015–2016 dengan 17 gol, kemudian mempertahankan gelar tersebut musim berikutnya dengan 15 gol.
Kepergian Obeid menjadi kehilangan besar bagi sepak bola Palestina, sekaligus mengingatkan dunia akan dampak tragis konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.
Dukungan publik terhadap komentar Salah dan Cantona menunjukkan bahwa kematian sang legenda bukan hanya peristiwa olahraga, tetapi juga isu kemanusiaan yang menuntut perhatian internasional.
Artikel Terkait
Sassuolo Perkenalkan Jay Idzes, Selamat Datang di Tim Hitam dan Hijau
Media Vitenam Sindir Jay Idzes Usai Dikontrak Sassuolo, Banderolnya Kemahalan untuk Pemain Timnas Indonesia
Arsenal 3 Athletic Bilbao 0: Viktor Gyokeres Cetak Gol Pertama yang Tidak Biasa
Reaksi Suporter Asia Tenggara Setelah Timnas Putri Indonesia Diobok-obok Vietnam
Seni, Olahraga, dan Sains untuk Usia Dini