BBC melaporkan, Graham Potter menjadi kandidat kuat apabila Amorim didepak.
Baca Juga: Frenkie de Jong Saingi Ronald Koeman Jadi Pemain Belanda yang Terbanyak Membela Barcelona
Potter sendiri baru saja kehilangan pekerjaannya setelah dipecat West Ham United.
Di awal musim ini, West Ham hanya mampu meraih satu kemenangan dari enam laga di semua kompetisi.
Lima pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.
Baca Juga: Operasional Spotify Camp Nou Tinggal Menunggu Pemberian Izin, Skuat Barcelona Siap Balik Kandang
Catatan minor itu membuat Potter harus angkat kaki, posisinya kemudian digantikan Nuno Espirito Santo.
Sebelum bersama West Ham, Potter sempat menorehkan periode singkat di Chelsea.
Ditunjuk pada September 2022, ia hanya bertahan tujuh bulan.
The Blues kala itu hanya meraih 12 kemenangan dari 31 pertandingan di bawah arahannya, dengan 11 kali kalah dan 8 kali imbang.
Dengan rekam jejak tersebut, penunjukan Potter tentu menimbulkan tanda tanya.
Publik menilai Manchester United seharusnya lebih selektif dalam mencari sosok yang bisa membawa tim kembali ke jalur kemenangan.
Baca Juga: Tekad Kuat Persija Petik Tiga Poin di Kandang Borneo FC, Rayhan Hannan: Kami Tidak Takut
Apalagi, dua klub besar Premier League sebelumnya—Chelsea dan West Ham—juga gagal menemukan kestabilan bersama dirinya.
Artikel Terkait
Menpora Malaysia Sedih Campur Marah atas Keputusan FIFA
Dana Hibah Belum Cair, Listrik Kesekretariatan KONI Bengkulu Dicabut
Atletico 5-2 Real Madrid: Alonso Bereaksi atas Kekalahan Pertama yang Menyakitkan
Man City Melesat ke 5 Besar Liga Primer, Maxime Esteve Jadi Pendosa
Raul Asencio Dituduh Terlibat Dalam Penyebaran Video Konten Asusila