Ia kerap menurunkan formasi 3-4-3 atau 3-4-2-1. Namun, strategi itu sejauh ini belum menghasilkan hasil memuaskan bagi United.
Baca Juga: Pelatih Alaves Terkejut Facundo Garces Terlibat Pemalsuan Dokumen Naturalisasi Timnas Malaysia
Dari 49 laga di semua ajang kompetitif bersama MU, Amorim hanya mampu mencatat 19 kemenangan dan 21 kekalahan.
Di Liga Inggris, hasil terbaru melawan Brentford menambah catatan buruk, dengan 17 kekalahan dari 33 laga di bawah arahannya.
Tekanan untuk melakukan perubahan formasi pun semakin besar.
Baca Juga: Presiden Barcelona Dituduh Melakukan Penipuan Terkait Komisi Transfer
Kritik keras datang tidak hanya dari suporter, tetapi juga dari berbagai pengamat sepak bola.
Meski begitu, Amorim tetap teguh pada pendiriannya.
“Kita selalu membahas hal ini setiap kali tim kami kalah,” ucap Amorim setelah laga melawan Brentford.
Baca Juga: Klasemen Liga Inggris: Liverpool Tak Goyah Meski Tersandung di Palace
“Kami harus memperbaiki banyak hal. Hari ini, masalah terbesar adalah kami tidak bisa masuk ke dalam permainan."
"Kami banyak melewatkan umpan silang dan kebobolan saat transisi, padahal itu sudah kami latih sepanjang minggu.”
Meski mengakui adanya kekurangan, Amorim belum menunjukkan tanda-tanda akan mengganti formasi.
Kepalanya yang keras untuk terus mengandalkan pola tiga bek membuat posisinya kini disebut berada di ujung tanduk.
Dengan tren negatif yang terus berlanjut, nasib Amorim di kursi pelatih Manchester United diyakini tinggal menunggu waktu.
Artikel Terkait
Kante Cuek Lewati Ronaldo, Tanpa Melirik Bikin Penggemar Tertawa
Malaysia Curiga Indonesia di Balik Sanksi FIFA, Menpora Erick Thohir Beri Jawaban Menohok
Klasemen Serie A: Tiga Klub Berbagi Poin di Puncak, De Bruyne Kirim Pesan Kepada Modric
Pertandingan Valencia Vs Real Oviedo Ditunda karena Peringatan Cuaca
Raja Pound-for-Pound Terence Crawford Ditodong Senjata oleh Polisi