SportlinkNews - Arsenal kembali gagal memanfaatkan laga krusial di Liga Primer 2025/26, setelah kalah tipis 2-3 dari Manchester United di Emirates Stadium, Minggu (25/1) malam WIB. Kekalahan ini menambah tekanan terhadap skuad The Gunners yang tengah bersaing di papan atas klasemen.
Eks kapten Arsenal, Patrick Vieira, menyoroti persoalan mendasar yang dialami. Ia melihat kurangnya kepemimpinan di lapangan dan daya tahan mental saat menghadapi situasi sulit.
“Mereka masih unggul empat poin, tapi masih ada pertanyaan soal kekuatan mental tim,” kata Vieira kepada Sky Sports.
Baca Juga: Atletico Madrid Melewati RCD Mallorca yang Goyah
Permainan Arsenal dinilai Vieira kurang agresif dan tidak mampu menekan lawan secara konsisten. Ia menekankan bahwa kekalahan bukan sekadar angka di papan skor, melainkan kualitas penampilan tim yang mengecewakan.
“Ini bukan cuma mereka kalah, tapi cara mereka kalah. (Bukayo) Saka dan (Leandro) Trossard tidak tampil cukup bagus untuk bikin Manchester United khawatir,” ujarnya.
Menurut Vieira, Arsenal memerlukan figur pemimpin yang dapat memotivasi pemain untuk tampil lebih berani dan mengambil risiko. Saat ini klub asal London Utara tersebut tidak memilikinya.
Baca Juga: Kylian Mbappe Dedikasikan Gol Panenka untuk Brahim Diaz
“Mereka butuh pemimpin untuk mengangkat semangat tim. Mereka harus paham kapan mereka di lapangan mereka harus main dengan energi lebih dan mengambil risiko. Mereka punya kualitas.”
Kekalahan ini menyoroti kelemahan Arsenal dalam mengelola tekanan di momen-momen penting. Vieira menilai para pemain kurang mampu mengekspresikan diri secara bebas, sehingga permainan menjadi monoton dan mudah dibaca lawan.
"Mereka tidak main dengan kebebasan untuk mengekspresikan diri mereka sendiri. Mereka harus kembali ke dasar. Mengekspresikan diri, main dengan kebebasan, dan melangkah ke depan. Ada terlalu banyak pemain yang hari ini tidak main bagus," tuturnya.
Baca Juga: Sadar Peta Persaingan Asia, Timnas Futsal Indonesia Pilih Pendekatan Realistis
Masalah mental ini terlihat jelas saat Arsenal tertinggal. Tim cenderung kehilangan fokus, membuat kesalahan sederhana, dan gagal mengeksekusi peluang yang tercipta.
Lini depan Arsenal juga dikritik karena tidak mampu mengancam pertahanan Manchester United secara konsisten. Pemain kunci seperti Saka dan Trossard dianggap gagal memberikan dampak yang signifikan, sehingga lawan bisa mengendalikan tempo permainan.
Artikel Terkait
Jadwal Pertandingan Liga Primer Pekan ke-23, Arsenal Bakal Ditantang Manchester United
Pelatih Manchester City Akui Arsenal Tim Terbaik di Dunia
Arteta Meredam Pujian Guardiola, Arsenal Masih Jauh dari Sempurna
Arsenal 2 Man Utd 3: Kejutan Tendangan Keras Cunha, Kebangkitan Carrick Berlanjut
Jawaban Berkelas Arteta Usai Arsenal Menelan Kekalahan Pertama di Kandang