Arsenal Alami Krisis Mental dan Kepemimpinan Saat Dibungkam Manchester United

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 26 Januari 2026 | 19:53 WIB
 Arsenal memenangkan perempat final Piala Carabao yang dramatis dengan adu penalti melawan Crystal Palace.
Arsenal memenangkan perempat final Piala Carabao yang dramatis dengan adu penalti melawan Crystal Palace.

SportlinkNews - Arsenal kembali gagal memanfaatkan laga krusial di Liga Primer 2025/26, setelah kalah tipis 2-3 dari Manchester United di Emirates Stadium, Minggu (25/1) malam WIB. Kekalahan ini menambah tekanan terhadap skuad The Gunners yang tengah bersaing di papan atas klasemen.

Eks kapten Arsenal, Patrick Vieira, menyoroti persoalan mendasar yang dialami. Ia melihat kurangnya kepemimpinan di lapangan dan daya tahan mental saat menghadapi situasi sulit.

“Mereka masih unggul empat poin, tapi masih ada pertanyaan soal kekuatan mental tim,” kata Vieira kepada Sky Sports.

Baca Juga: Atletico Madrid Melewati RCD Mallorca yang Goyah

Permainan Arsenal dinilai Vieira kurang agresif dan tidak mampu menekan lawan secara konsisten. Ia menekankan bahwa kekalahan bukan sekadar angka di papan skor, melainkan kualitas penampilan tim yang mengecewakan.

“Ini bukan cuma mereka kalah, tapi cara mereka kalah. (Bukayo) Saka dan (Leandro) Trossard tidak tampil cukup bagus untuk bikin Manchester United khawatir,” ujarnya.

Menurut Vieira, Arsenal memerlukan figur pemimpin yang dapat memotivasi pemain untuk tampil lebih berani dan mengambil risiko. Saat ini klub asal London Utara tersebut tidak memilikinya.

Baca Juga: Kylian Mbappe Dedikasikan Gol Panenka untuk Brahim Diaz

“Mereka butuh pemimpin untuk mengangkat semangat tim. Mereka harus paham kapan mereka di lapangan mereka harus main dengan energi lebih dan mengambil risiko. Mereka punya kualitas.”

Kekalahan ini menyoroti kelemahan Arsenal dalam mengelola tekanan di momen-momen penting. Vieira menilai para pemain kurang mampu mengekspresikan diri secara bebas, sehingga permainan menjadi monoton dan mudah dibaca lawan.

"Mereka tidak main dengan kebebasan untuk mengekspresikan diri mereka sendiri. Mereka harus kembali ke dasar. Mengekspresikan diri, main dengan kebebasan, dan melangkah ke depan. Ada terlalu banyak pemain yang hari ini tidak main bagus," tuturnya.

Baca Juga: Sadar Peta Persaingan Asia, Timnas Futsal Indonesia Pilih Pendekatan Realistis

Masalah mental ini terlihat jelas saat Arsenal tertinggal. Tim cenderung kehilangan fokus, membuat kesalahan sederhana, dan gagal mengeksekusi peluang yang tercipta.

Lini depan Arsenal juga dikritik karena tidak mampu mengancam pertahanan Manchester United secara konsisten. Pemain kunci seperti Saka dan Trossard dianggap gagal memberikan dampak yang signifikan, sehingga lawan bisa mengendalikan tempo permainan.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Sky Sports

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X