Manchester United Tetap Hati-hati Soal Masa Depan Michael Carrick

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 18:34 WIB
Manajer interim Manchester United, Michael Carrick. (Reuters)
Manajer interim Manchester United, Michael Carrick. (Reuters)

SportlinkNews - Rangkaian hasil positif Manchester United dalam beberapa pekan terakhir membuat posisi Michael Carrick sebagai manajer interim ikut mendapat sorotan. Namun, manajemen klub belum menunjukkan tanda-tanda ingin segera mempermanenkannya.

Manchester United mencatatkan tiga kemenangan beruntun dalam dua pekan terakhir, masing-masing atas Manchester City, Arsenal, dan Fulham. Rentetan hasil tersebut mengangkat Setan Merah ke peringkat keempat klasemen sementara Premier League dengan koleksi 41 poin.

Capaian tersebut terasa kontras jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Manchester United hanya mampu meraih tiga hasil imbang beruntun saat menghadapi Wolverhampton Wanderers, Leeds United, dan Burnley.

Baca Juga: Dukung Francesco Totti Jadi Direktur Roma, Radja Nainggolan: Level Serie A Telah Turun

Konsistensi hasil positif itu memicu munculnya opini bahwa Carrick layak mendapatkan kepercayaan penuh sebagai manajer permanen. Meski demikian, laporan BBC menyebutkan manajemen Manchester United masih memilih bersikap hati-hati.

Setelah memutuskan kerja sama dengan Ruben Amorim pada awal bulan lalu, Manchester United memang tidak ingin tergesa-gesa dalam menentukan arah kepelatihan. Klub berencana memanfaatkan waktu hingga musim panas untuk mengevaluasi berbagai opsi yang tersedia, termasuk menilai kinerja Carrick secara menyeluruh.

Sikap berhati-hati tersebut tidak lepas dari pengalaman masa lalu. Manajemen Manchester United disebut belajar dari keputusan pada 2019, ketika klub mempermanenkan Ole Gunnar Solskjaer setelah menjalani periode impresif sebagai manajer interim.

Baca Juga: Ditantang Persebaya, Bali United FC Punya Momentum Kuat untuk Bangkit

Saat menggantikan Jose Mourinho, Solskjaer langsung mencatatkan start meyakinkan dengan hanya satu kekalahan dari 17 laga awal, termasuk delapan kemenangan beruntun. Namun, performa Manchester United kemudian menurun tajam setelah kontrak permanen diberikan.

Pada fase akhir musim tersebut, Manchester United hanya mampu meraih dua kemenangan dari 12 pertandingan terakhir, dengan delapan laga berakhir kekalahan. Situasi itu menjadi pelajaran penting bagi manajemen agar tidak mengulang keputusan yang sama.

Selain faktor internal, Manchester United juga mempertimbangkan dinamika pasar pelatih. Sejumlah nama berpotensi tersedia pada musim panas mendatang, seperti Oliver Glasner, Andoni Iraola, dan Thomas Tuchel.

Baca Juga: Dua Tim Papan Bawah Verona dan Pisa Berbagi Poin di Laga Pekan ke-24 Serie A

Ketersediaan pelatih-pelatih tersebut membuat MU ingin menjaga fleksibilitas dalam menentukan pilihan terbaik untuk jangka panjang.

Dengan demikian, masa depan Carrick di Old Trafford masih akan sangat bergantung pada hasil yang mampu diraih hingga akhir musim. Manajemen Manchester United akan menilai apakah performa tersebut cukup untuk memberinya kepercayaan penuh atau justru membuka jalan bagi pelatih baru musim depan.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: BBC

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X