Lolos dari Lubang Jarum, Chelsea Dinaungi Keberuntungan Menang Lawan Wrexham

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Minggu, 8 Maret 2026 | 23:16 WIB
Manajer Chelsea, Liam Rosenior. (sportsillustrated)
Manajer Chelsea, Liam Rosenior. (sportsillustrated)

SportlinkNews - Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mengakui timnya berutang budi pada elemen keberuntungan saat menyingkirkan Wrexham di putaran 16 besar Piala FA. Bertanding di Stamford Bridge, Minggu (8/3) dini hari WIB, The Blues harus berjuang hingga babak perpanjangan waktu untuk mengunci kemenangan 4-2.

Chelsea mendapatkan keuntungan besar di akhir babak kedua setelah tim tamu harus bermain dengan 10 orang. Bek Wrexham, George Dobson, diganjar kartu merah oleh wasit usai melakukan pelanggaran keras terhadap Alejandro Garnacho.

Tak hanya itu, drama terjadi di menit-menit akhir extra time saat VAR menganulir gol penyama kedudukan Wrexham yang dicetak Lewis Brunt karena posisi offside. Rosenior pun tak menampik bahwa dua keputusan krusial tersebut menjadi penyelamat wajah Chelsea.

Baca Juga: Ambyar, Oscar Piastri Gagal Balap di Kandangnya, Ini Penyebabnya

"Kedua keputusan VAR sudah tepat," ungkap Rosenior sebagaimana dikutip dari ESPN.

Rosenior menilai hukuman terhadap Dobson sangat beralasan melihat risiko cedera yang ditimbulkan. "Itu adalah tekel yang berbahaya [oleh Dobson] dan jika Anda offside, Anda tetaplah offside," ucapnya.

Meski menang, Rosenior memberikan kredit khusus bagi performa spartan tim divisi dua tersebut. Menurutnya, Chelsea nyaris tersingkir jika tidak dinaungi dewi fortuna di momen-momen kritis.

Baca Juga: Persita Menang Telak atas Madura United FC Jadi Modal Kuat Bertahan di Lima Besar Super League

"Namun, kami membutuhkan elemen keberuntungan itu pada hari ini karena performa Wrexham tadi sangat bagus. Mereka luar biasa dalam hal energi, dan sangat berani dalam melakukan pressing," ucapnya.

Intensitas yang ditunjukkan Wrexham memaksa para pemain Chelsea bekerja ekstra keras sepanjang 120 menit. Rosenior menyebut lawan kali ini memiliki level permainan yang jauh melampaui status mereka sebagai tim kasta kedua.

"Kami tadi harus berada di level yang sangat tinggi karena kami didesak oleh sebuah tim yang sangat bagus. Ini adalah sebuah pertandingan kompetisi piala, Anda berekspektasi akan ada banyak bola di kotak penalti, umpan-umpan silang dari area lebar," ujarnya.

Baca Juga: Keramahan Masyarakat Indonesia Bikin Rahmatsho Rahmatzoda Enjoy Berpuasa Ramadan Meski Jauh dari Keluarga

Pelatih berkebangsaan Inggris tersebut juga menyoroti bagaimana atmosfer Piala FA selalu menghadirkan tekanan mental yang berbeda bagi tim-tim Liga Primer. Tak jarang klub besar terpaksa angkat kaki karena dikalahkan kontestan dari divisi di bawahnya.

"Di laga-laga kompetisi piala seperti ini, Anda bisa merasakan emosinya dan itu adalah pertandingan-pertandingan yang sangat sulit dilakoni," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: ESPN

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X