Chelsea Terima Denda Terberat dalam Sejarah Liga Primer

- Selasa, 17 Maret 2026 | 13:38 WIB
Chelsea menyia-nyiakan keunggulan dua gol saat mereka ambruk melawan Leeds setelah Cole Palmer gagal memanfaatkan peluang emas.
Chelsea menyia-nyiakan keunggulan dua gol saat mereka ambruk melawan Leeds setelah Cole Palmer gagal memanfaatkan peluang emas.

SportlinkNews - Operator kompetisi Liga Primer Inggris, resmi menjatuhkan sanksi finansial berat kepada Chelsea berupa denda sebesar 10,75 juta paun atau setara Rp215 miliar. Hukuman ini diberikan setelah klub terbukti melanggar aturan keuangan pada masa kepemilikan Roman Abramovich.

Selain sanksi denda, The Blues tersebut juga menerima hukuman larangan transfer pemain tim utama selama satu tahun yang ditangguhkan. Chelsea pun dilarang merekrut pemain akademi selama sembilan bulan ke depan.

Keputusan ini mencatatkan sejarah baru dalam kompetisi tertinggi sepak bola Inggris tersebut. Sanksi finansial yang dijatuhkan otoritas liga kepada Chelsea tercatat sebagai denda terbesar sepanjang sejarah Liga Primer.

Baca Juga: IBL All Star 2026 Usung Konsep Baru, Kapten Tim Dipilih Fans

Berdasarkan hasil investigasi mendalam, ditemukan adanya ketidakberesan dalam aktivitas keuangan klub antara tahun 2011 hingga 2018. Chelsea terdeteksi melakukan sejumlah pembayaran yang tidak dilaporkan kepada pihak otoritas terkait.

Aliran dana tersebut diketahui mengalir kepada agen, perantara yang tidak memiliki lisensi resmi, hingga pihak ketiga dalam proses transfer pemain. Seluruh transaksi ini tidak dicatatkan dalam laporan keuangan resmi klub.

Penyelidikan menyebutkan praktik ini terjadi pada sejumlah transfer pemain bintang yang pernah berseragam Chelsea. Beberapa nama besar yang terseret dalam kasus ini antara lain adalah Eden Hazard, Willian, dan Samuel Eto'o.

Baca Juga: Kembali ke Kelas Welterweight, Conor Benn Ungkap Transformasi Tubuh yang Dramatis

Mengutip laporan dari The Times, sebagian pembayaran transfer para pemain tersebut diduga kuat dialirkan melalui perusahaan luar negeri. Perusahaan-perusahaan ini memiliki keterkaitan langsung dengan jaringan bisnis milik Roman Abramovich.

Melalui skema tersebut, biaya transfer pemain berpotensi terlihat jauh lebih kecil di dalam laporan resmi. Praktik ini dinilai dapat memanipulasi kepatuhan klub terhadap aturan Financial Fair Play (FFP) yang berlaku di Eropa.

Meski pelanggaran ini dianggap masuk dalam kategori serius, pihak Liga Primer memutuskan untuk tidak menjatuhkan hukuman pengurangan poin. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan status kepemilikan klub saat ini.

Baca Juga: Sneaker Langka Kembali, Nike Air Foamposite Tianjin 2.0 Rilis Mei

Seperti dilansir Reuters, langkah tersebut diambil karena seluruh rangkaian pelanggaran terjadi sebelum era kepemilikan baru pada 2022. Pihak otoritas menilai manajemen baru tidak terlibat langsung dalam praktik masa lalu tersebut.

Faktor lain yang meringankan hukuman adalah sikap kooperatif dari manajemen Chelsea saat ini. Mereka secara sukarela melaporkan temuan pelanggaran tersebut dan bekerja sama penuh selama proses investigasi berlangsung.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Reuters, Sky News

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X