IBL All Star 2026 Usung Konsep Baru, Kapten Tim Dipilih Fans

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 16 Maret 2026 | 23:50 WIB
Direktur Utama IBL Indonesia, Junas Miradiarsyah. (ISTIMEWA)
Direktur Utama IBL Indonesia, Junas Miradiarsyah. (ISTIMEWA)

SportlinkNews - Kompetisi Indonesian Basketball League musim ini memasuki paruh perjalanan setelah menyelesaikan pekan kesembilan.

Sejauh ini, perkembangan liga menunjukkan tren positif baik dari sisi persaingan tim maupun animo penonton.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah kepada media di Jakarta, Senin, 16 Maret 2026, mengatakan tingkat kompetitivitas pertandingan musim ini semakin meningkat dibandingkan musim sebelumnya.

Baca Juga: Persiapan PON 2028 Dikebut, KONI Serahkan Laporan ke Menpora

"Alhamdulillah, semua indikatornya bagus. Pertandingannya semakin kompetitif dan peta persaingan juga berbeda dibandingkan musim sebelumnya. Jumlah penonton yang kami pantau juga menunjukkan peningkatan," tuturnya. 

Menurut Junas, perkembangan tersebut merupakan hasil dari upaya perbaikan yang terus dilakukan liga dari musim ke musim. Dan salah satu agenda yang selalu dinantikan penggemar pada pertengahan musim adalah gelaran IBL All Star.

Pada tahun ini, IBL All Star 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 April di Bandung dengan konsep hiburan yang lebih beragam.

Baca Juga: Orleans Masters 2026: Indonesia Tanpa Wakil Tunggal Putri

Pada pertandingan utama, IBL menghadirkan format baru dengan menunjuk dua kapten yang dipilih langsung melalui voting penggemar.

Hasil pemungutan suara menempatkan Yudha Saputera sebagai peraih suara terbanyak, disusul Andakara Prastawa di posisi kedua.

"Keduanya menjadi kapten tim dan diberi kebebasan memilih pemain untuk timnya," kata Junas.

Baca Juga: Faktor Keamanan, Thalita Ramadhani Batal Tampil di Orleans Masters 2026

Pertemuan kedua pemain ini juga menghadirkan cerita menarik. Yudha sebelumnya dikenal mengidolakan Prastawa ketika masih muda. Kini, keduanya justru menjadi rival sekaligus kapten tim dalam laga All Star.

Junas menambahkan, konsep pemilihan pemain oleh kapten bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan para pemain sekaligus memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi penggemar.

"Kami ingin pemain ikut terlibat langsung dalam menyusun timnya. Jadi Yudha dan Prastawa yang memilih langsung para rekan-rekan timnya, serta juga memilih pelatih," ucapnya. 

Baca Juga: Terpilih Kembali Jadi Presiden Barcelona, Laporta: Kemenangan Fantastis

"Prastawa memilih pelatihnya di Pelita Jaya, David Singleton. Sedangkan Prastawa memilih Cesar Camara Perez, pelatih Borgor Hornbill untuk menukangi timnya. Pada akhirnya, All Star ini memang ditujukan untuk menghibur fans," ujar Junas menambahkan.

Selain pertandingan utama, rangkaian acara juga akan diramaikan berbagai kegiatan hiburan, termasuk festival dan pertunjukan musik. Pemilihan Bandung sebagai tuan rumah dinilai tepat karena kota tersebut dikenal sebagai pusat kreativitas anak muda.

"Bandung memiliki banyak komunitas kreatif dan musisi. Kami ingin memadukan olahraga, hiburan, dan kreativitas dalam satu acara," kata Junas.

Baca Juga: Situasi Memanas di Timur Tengah, Laga Finalissima 2026 Argentina vs Spanyol Batal Digelar

Sejumlah musisi juga telah dipastikan tampil, di antaranya Adrian Khalif yang sebelumnya ikut meramaikan Celebrity Game pada All Star tahun lalu, serta Molukken Soul dengan nuansa musik khas Indonesia Timur.

Selain itu, IBL juga menyiapkan beberapa penampil kejutan yang akan diumumkan secara bertahap setelah Lebaran hingga mendekati pelaksanaan acara.

Rangkaian kegiatan IBL All Star juga akan mencakup sejumlah kompetisi pendukung seperti Three Point Contest, Future Star Challenge yang melibatkan pemain berusia di bawah 23 tahun pilihan fans, serta Celebrity Game.

Baca Juga: Messi Dituduh Mengidap Sindrom Bintang, Takut Kalah, Batalkan Pertandingan Melawan Lamine Yamal

Junas berharap ajang All Star tidak hanya menjadi hiburan bagi penggemar, tetapi juga menjadi panggung bagi para pemain, khususnya pemain muda, untuk menunjukkan kemampuan mereka.

"Melalui All Star, kami ingin pemain bisa lebih dekat dengan fans. Penggemar juga bisa melihat pemain-pemain muda yang berpotensi menjadi bintang basket Indonesia di masa depan," pungkasnya.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X