SportlinkNews - Penantian seperempat abad pendukung setia Coventry City untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi tertinggi sepak bola Inggris akhirnya resmi berakhir. Setelah terdegradasi pada 2001 silam, klub ini harus melewati masa sulit selama 25 tahun sebelum memastikan diri kembali ke Liga Primer.
Kepastian promosi tersebut didapat setelah The Sky Blues meraih hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Blackburn Rovers. Meski kompetisi Championship masih menyisakan tiga pertandingan lagi, perolehan poin Coventry sudah tidak mungkin terkejar oleh tim di bawahnya.
Keberhasilan luar biasa ini disambut dengan penuh emosional oleh pelatih Frank Lampard yang telah mengubah peruntungan klub dalam waktu singkat. "Melakukan ini setelah 25 tahun ... luar biasa," ucap Lampard, dikutip dari BBC.
Baca Juga: Inter Milan Semakin Dekat dengan Gelar Scudetto Usai Tundukkan Cagliari 3-0
Lampard menyoroti mentalitas para pemainnya yang tidak hancur meski sempat mengalami kegagalan yang menyakitkan pada musim kompetisi sebelumnya. "Ketahanan untuk bangkit kembali setelah kalah di babak play-off (musim lalu dari Sunderland)."
Sejak masa persiapan di musim panas, tim pelatih memang sudah mematok target yang realistis namun ambisius demi memperbaiki pencapaian tim. "Kami berbicara di musim panas tentang apa yang bisa kami lakukan musim ini dan apakah kami bisa finis di posisi ketiga atau keempat untuk mendapatkan pertandingan play-off kandang di laga kedua, yang tidak kami lakukan tahun lalu."
Kerja keras seluruh elemen tim selama berbulan-bulan di lapangan akhirnya membuahkan hasil yang jauh melampaui ekspektasi awal banyak pengamat. "Rasanya sangat menyenangkan bahwa para pemain berhasil mewujudkannya."
Baca Juga: Perpanjang Kontrak Baru Moises Caicedo Dikunci Chelsea Hingga 2033
Lampard datang mengambil alih kursi kepelatihan pada November 2024 untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Mark Robins. Legenda Chelsea tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk mentransformasi klub ini menjadi kekuatan yang menakutkan di kasta kedua.
Prestasi ini dianggap semakin prestisius karena Coventry mampu bersaing dengan tim-tim mapan yang memiliki sokongan dana lebih besar dari pemerintah liga. "Untuk meraih promosi otomatis sebagai tim tanpa pembayaran 'parasut' dengan tiga pertandingan tersisa, para pemain ini telah berhasil mencapai sesuatu yang istimewa dan unik."
Dalam perjalanan karier kepelatihannya, Coventry merupakan tim luar Liga Primer kedua yang pernah ditangani oleh mantan gelandang timnas Inggris tersebut. Sebelumnya, ia sempat menakhodai Derby County pada musim 2018/2019 dan nyaris membawa mereka promosi sebelum akhirnya berlabuh di Chelsea serta Everton.
Baca Juga: Sassuolo Padamkan Mimpi Como, Jay Idzes Lakukan Penyelamatan Gemilang
Setelah memastikan satu tiket promosi berada di tangan, Lampard memberikan sedikit kelonggaran bagi skuadnya untuk menikmati momen bersejarah ini. Namun, ia tetap memberikan batasan agar euforia yang dirasakan tidak mengganggu fokus utama mereka dalam sisa jadwal kompetisi.
Sang manajer menekankan bahwa perjuangan mereka musim ini belum sepenuhnya selesai karena masih ada ambisi untuk mengangkat trofi juara. "Para pemain boleh minum beberapa bir dalam perjalanan pulang, tetapi mereka harus menyelesaikan tugas sekarang."
Artikel Terkait
Perburuan Gelar Liga Primer: Arsenal Terus Menjaga Jarak dengan Manchester City di Sisa Laga
Alexander Isak Bersiap Kembali ke Lapangan Demi Laga Penting di Liga Primer dan Liga Champions
Jadwal Pertandingan Liga Primer Pekan ke-32, Chelsea Coba Hentikan Manchester City
Scholes dan Rooney Jagokan Manchester City Juara Liga Primer
Jadwal Pertandingan Pekan ke-33 Liga Primer, Ada Duel Seru Manchester City Vs Arsenal