SportlinkNews - Status Liverpool sebagai jawara bertahan Liga Primer Inggris seolah sirna setelah mencatatkan rekor buruk dengan menelan 12 kekalahan dari 37 pertandingan pada musim ini. Kemerosotan performa yang drastis ini menempatkan klub asal Merseyside tersebut dalam periode paling kelam usai kejayaan mereka di kompetisi domestik.
Dalam pertandingan terbaru, armada The Reds dipaksa menyerah dengan skor telak 2-4 saat menjamu Aston Villa di hadapan publik sendiri. Kekalahan ini terasa makin memilukan mengingat tim tamu sejatinya tampil tidak dengan kekuatan penuh demi menjaga kebugaran pemain menjelang laga final Liga Europa.
Dampak dari hasil minor tersebut membuat peluang Liverpool untuk mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions musim depan berada dalam ancaman yang sangat serius. Skuad Anfield kini tertahan dan terpaut empat angka dari Bournemouth di peringkat keenam, yang bahkan masih mengantongi keuntungan satu sisa pertandingan lebih banyak.
Baca Juga: Mendominasi Permainan Dewa United Banten FC Terpuruk di Kandang Persis Solo
Posisi Arne Slot selaku manajer kini berada di bawah tekanan masif dari pihak manajemen serta para pendukung setia klub. Kendati sukses mempersembahkan gelar juara liga pada musim debutnya menggantikan Jurgen Klopp, eksperimen taktik pelatih asal Belanda itu dinilai mulai terbaca oleh tim lawan.
Kondisi internal ruang ganti Liverpool kian memanas setelah megabintang, Mohamed Salah, secara terbuka melontarkan kritik pedas terkait filosofi permainan yang diterapkan oleh Slot. Pernyataan tersebut mempertegas rumor keretakan hubungan keduanya, setelah Salah juga sempat memprotes kebijakan sang manajer yang jarang memberikan kesempatan bermain sebagai starter.
Pemain sayap internasional Mesir yang telah mengonfirmasi bakal hengkang pada bursa transfer musim panas mendatang itu membandingkan pendekatan taktik saat ini dengan era keemasan terdahulu. Salah merindukan sistem permainan agresif ala Jurgen Klopp yang dikenal dengan istilah sepak bola heavy metal, di mana setiap pemain diwajibkan melakukan tekanan tinggi untuk mengintimidasi lawan.
Baca Juga: PSM Makassar Vs Persib, Igor Tolic: Pemain Siap Tempur Tidak Ada Waktu untuk Mengeluh
"Kekalahan lagi musim ini sangat menyakitkan dan bukan yang pantas diterima para penggemar kami. Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim penyerang heavy metal dan menakutkan bagi lawan, serta kembali menjadi tim yang memenangkan trofi," tulis Salah di Instagram.
"Itulah gaya sepak bola yang saya tahu dan itulah identitas yang perlu dipulihkan dan dipertahankan selamanya. Ini tidak bisa ditawar dan setiap orang yang bergabung dengan klub ini harus beradaptasi dengannya," Salah melanjutkan.
Meski hubungannya dengan Slot merenggang, Salah menegaskan komitmen profesionalnya untuk memberikan kado perpisahan terbaik di akhir musim. Ia bertekad menyapu bersih sisa laga dengan kemenangan demi meloloskan klub ke kompetisi antarklub tertinggi di Eropa tersebut.
Baca Juga: Perubahan Komposisi Pemain Bikin Persija Unggul, Witan Sulaeman: Kemenangan Ini untuk Jakmania
"Liverpool akan selalu menjadi klub yang sangat berarti bagi saya dan keluarga saya. Saya ingin melihatnya sukses untuk waktu yang lama setelah saya pergi," harapnya.
"Like yang selalu saya katakan, lolos ke Liga Champions musim depan adalah target minimum dan saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk mewujudkannya," ia melanjutkan.
Artikel Terkait
Imbangi Liverpool, Calum McFarlane Akui Tekanan Bermain di Anfield Sangat Sulit
Liverpool Merilis Gambar Monumen untuk Mengenang Diogo Jota dan Andre Silva
Aston Villa Gulung Liverpool 4-2, Ollie Watkins Cetak Brace
Liverpool Terancam Gagal Lolos ke Liga Champions Musim Depan
Liverpool Tumbang Lagi, Arne Slot Pecahkan Rekor Kekalahan Terbanyak Klub