Hubungan Memanas, Bruno Fernandes Bantah Tudingan Egois dari Roy Keane

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Rabu, 27 Mei 2026 | 19:24 WIB
Bruno Fernandes gagal mengulangi gelar top skor Liga Europa 2019/2020 (UEFA)
Bruno Fernandes gagal mengulangi gelar top skor Liga Europa 2019/2020 (UEFA)

SportlinkNews - Hubungan antara internal legenda dan kapten Manchester United memanas setelah adanya silang pendapat di media massa. Pemimpin skuad Setan Merah saat ini, Bruno Fernandes, secara terbuka melayangkan bantahan terhadap komentar miring yang dialamatkan kepadanya.

Sorotan tajam tersebut bermula dari keberhasilan Fernandes dalam mengukir rekor baru di kompetisi domestik. Pemain berkebangsaan Portugal tersebut sukses membukukan catatan impresif berupa 21 asos sepanjang musim ini.

Pencapaian gemilang pada usia 31 tahun tersebut sekaligus menobatkan Fernandes sebagai raja asis di Liga Primer Inggris. Catatan statistik itu melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Thierry Henry dan Kevin De Bruyne.

Baca Juga: Pemain Arsenal Pesta Semalaman di Klub Malam Mewah

Kendati menorehkan tinta emas, prestasi individu Fernandes tidak mendapatkan apresiasi positif dari mantan pilar klub. Roy Keane secara blak-blakan menilai torehan tersebut tidak membawa dampak positif bagi kemajuan tim secara keseluruhan.

Pria yang kini aktif sebagai komentator sepak bola tersebut menilai juniornya terlalu egois mengejar ambisi pribadi di lapangan. Kritik pedas ini dilontarkan karena Keane menganggap tindakan Fernandes justru merusak fokus utama untuk memenangkan pertandingan.

"Setelah pertandingan (melawan Forest), dia diwawancarai dan berkata, 'Beberapa kali, saya mungkin seharusnya menembak tetapi saya memberikan umpan.'" ujar Keane di siniar The Overlap.

Baca Juga: Paul Munster Bertahan di Bhayangkara FC Bakal Bongkar Seluruh Tim Demi Hadapi Musim 2026/27

Keane menilai pola pikir yang mementingkan aspek statistik personal sangat berbahaya bagi keutuhan tim. Ia memprediksi Manchester United akan kesulitan meraih gelar juara jika para pemain utamanya mengabaikan kerja sama taktis demi rekor semata.

"Wow. Bagaimana mungkin pola pikir seorang pesepak bola memasuki pertandingan hanya tentang rekor individu? Dia tidak akan memenangkan trofi, tidak dengan pola pikir seperti itu," ucapnya.

Tudingan miring tersebut belakangan diketahui bersumber dari adanya kekeliruan dalam menangkap maksud asli dari pernyataan sang pemain. Fernandes sebenarnya mengutarakan pandangan yang bertolak belakang mengenai keputusannya dalam mengeksekusi peluang di area pertahanan lawan.

Baca Juga: Lucas Frigeri Tutup Perjalanan Kariernya dengan Arema FC

Mendapati kutipan wawancaranya disalahartikan di ruang publik, gelandang bernomor punggung delapan tersebut langsung melayangkan pembelaan diri. Ia menegaskan tidak pernah antikritik selama argumen yang dibangun berdasarkan fakta yang objektif dan jujur.

“Saya selalu bilang tidak masalah dikritik. Yang saya tidak suka ketika orang berbohong soal apa yang saya katakan. Dalam kasus Roy Keane, apa yang dia bilang itu bohong,” ujar Fernandes.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X