SportlinkNews - Sorotan tajam mulai mengarah pada performa Florian Wirtz dalam mengawali kiprahnya bersama Liverpool pada Liga Primer Inggris 2026/27. Pemain Jerman tersebut dinilai belum mampu menunjukkan kontribusi maksimal dan dianggap kurang cocok dengan skema permainan The Reds.
Penampilan tak maksimal Wirtz terlihat jelas saat Liverpool melakoni laga pembuka kompetisi melawan Newcastle United akhir pekan lalu. Pertandingan sengit yang berlangsung di Stadion St James' Park tersebut berakhir imbang dengan skor akhir 2-2.
Manajer Liverpool Andoni Iraola, memilih untuk menurunkan Wirtz sebagai starter pada laga tandang yang berjalan cukup ketat tersebut. Namun, kontribusinya di lapangan dinilai terbatas sehingga ia harus ditarik keluar pada menit ke-63 untuk digantikan Alexis Mac Allister.
Baca Juga: Klasemen Pembalap F1 dan Konstruktor Usai Grand Prix Belanda yang Penuh Drama
Sepanjang 63 menit dipercaya mengawal lini tengah, Wirtz mencatatkan statistik permainan yang terbilang cukup minim untuk ukuran pemain bintang. Ia tercatat hanya melakukan 43 kali sentuhan bola serta melepaskan tiga tembakan yang mana hanya satu di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Ekspektasi tinggi yang dibebankan pendukung Liverpool di pundak Wirtz sejauh ini memang masih belum terwujud secara nyata. Tekanan tersebut kian melambung tinggi mengingat nilai transfer sang pemain yang menembus angka fantastis mencapai 100 juta paun.
Situasi pelik yang dihadapi Wirtz memancing kritik pedas dari legenda sekaligus mantan bek Liverpool, Jamie Carragher. Ia menilai bahwa komposisi taktis yang diterapkan saat ini membuat posisi sang pemain di dalam skuad menjadi tidak ideal.
Baca Juga: Suporter Chelsea Geram Menuntut Sang Bintang Dijual
"Ketika orang-orang bilang Wirtz harus bermain di posisi nomor 10, itu artinya Szoboszlai harus berada di dalam tim dan ia bukan seorang pemain gelandang tengah. Saya pikir ini akan muncul dalam enam minggu, saya rasa ini muncul sekarang juga. Saya benar-benar tidak melihat di mana ia bisa cocok," kata Carragher, dikutip dari Sportskeeda.
Carragher juga mempertanyakan bagaimana keputusan strategis manajer Andoni Iraola dalam memaksimalkan potensi terbaik dari Wirtz. Menurutnya, eksperimen taktis yang dipaksakan di lini tengah Liverpool berpotensi mengulang kegagalan yang sama seperti periode sebelumnya.
"Apa yang akan dilakukan Iraola dengan Wirtz? Anda tidak bisa terus-terusan mengandalkannya, ini tidak berjalan dengan baik. Itu tidak berjalan dengan baik musim lalu," ujarnya.
Baca Juga: Pembalap F1 Audi Nyaris Celaka, Nico Hulkenberg Lolos dari Tabrakan Maut di GP Belanda
Kritik tajam dari Carragher ini mencerminkan keresahan para pengamat terhadap efektivitas belanja besar yang dilakukan manajemen Liverpool pada bursa transfer. Adaptasi gaya bermain di kompetisi Liga Inggris terbukti menjadi tantangan besar yang harus segera ditaklukkan sang pemain.
Kehadiran Wirtz di posisi pengatur serangan memang menciptakan dilema tersendiri dalam penentuan formasi ideal di lini tengah. Penumpukan pemain dengan karakter serupa berisiko mengganggu keseimbangan transisi bertahan dan menyerang tim.
Artikel Terkait
Trent Alexander-Arnold Akui Sakit Hati Jadi Sasaran Cemoohan Fan Liverpool
Newcastle 2 Liverpool 2: Penalti Dominik Szoboszlaidi Jadi Penyelamat Pada Detik-detik Terakhir
Newcastle United Gagal Menang, Wasit Dituding Murah Hati Beri Penalti untuk Liverpool
Soroti Penyelesaian Akhir, Andoni Iraola Evaluasi Efektivitas Lini Serang Liverpool
Reuni Eks Liverpool, Fabinho Susul Mohamed Salah ke Trabzonspor