liga-inggris

Ruben Amorim Tegaskan Statusnya di Man United: "Saya Datang sebagai Manajer, Bukan Sekadar Pelatih"

Minggu, 4 Januari 2026 | 23:58 WIB
Manajer Manchester United, Ruben Amorin. (sportillustrated)

SportlinkNews – Ruben Amorim mencuri perhatian publik Inggris lewat konferensi pers yang sarat pesan usai Manchester United bermain imbang 1-1 kontra Leeds United di Elland Road, Minggu, 4 Januari 2025 waktu setempat.

Bukan hasil pertandingan yang menjadi sorotan utama, melainkan pernyataan tegas sang pelatih asal Portugal mengenai perannya di Old Trafford.

Selama beberapa menit awal sesi jumpa media, Amorim tampak tenang dan fokus membahas jalannya laga.

Baca Juga: Beckham: Kami Tidak Takut Bermain di Kandang Persik

Ia bahkan mengaku cukup puas dengan respons timnya, terutama setelah pergantian pemain yang dinilainya membawa perbaikan performa dibandingkan laga-laga sebelumnya. 

Amorim juga memilih membela Benjamin Sesko, yang kembali gagal mencetak gol dan telah puasa gol dalam 11 pertandingan, seraya menegaskan kepercayaannya pada sang penyerang.

Namun, atmosfer berubah drastis ketika pembahasan beralih ke isu internal klub, khususnya terkait arah kebijakan dan struktur pengambilan keputusan.

Baca Juga: Munas PB FAJI Digelar, Oni Junianto Jadi Calon Tunggal Ketua Umum

Amorim akhirnya meluapkan unek-unek yang selama ini ia simpan, terutama soal bagaimana dirinya diposisikan di dalam organisasi Manchester United.

Dengan nada tinggi dan pilihan kata yang lugas, Amorim berulang kali menekankan bahwa dirinya datang ke Old Trafford bukan sekadar untuk melatih di pinggir lapangan. 

Ia menolak label "pelatih" semata dan menegaskan statusnya sebagai manajer, sebuah pernyataan yang langsung memantik perdebatan mengingat United secara resmi memperkenalkannya sebagai pelatih kepala saat ditunjuk pada November 2024.

Baca Juga: Bolehkah Lari Tiap Hari? Ini yang Perlu Diketahui

Pernyataan tersebut menjadi kontras dengan model manajemen yang tengah dibangun pemilik minoritas klub, Sir Jim Ratcliffe.

United saat ini mengadopsi struktur modern dengan direktur teknis dan direktur olahraga sebagai pengendali utama kebijakan jangka panjang, termasuk transfer pemain. 

Dalam sistem ini, peran pelatih kepala lebih difokuskan pada aspek teknis tim utama, bukan sebagai pengambil keputusan tunggal seperti era-era sebelumnya.

Baca Juga: Putri KW dan Alwi Bidik Hasil Baik di Turnamen Pembuka 2026 di Malaysia

Amorim tampak tidak sepenuhnya sejalan dengan pendekatan tersebut.

Ia bahkan menyebut sejumlah nama besar seperti Jose Mourinho, Antonio Conte, hingga Thomas Tuchel dalam monolognya, seolah menegaskan bahwa dirinya menginginkan otoritas yang lebih luas sebagaimana manajer-manajer elite Eropa.

Di tengah spekulasi mengenai dukungan dewan direksi terhadap posisinya, Amorim menepis anggapan bahwa ia berada di ambang kepergian.

Baca Juga: Pelatih Persija Dukung John Herdman, Harap Bawa Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030

Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk mundur dan akan menjalankan tugasnya hingga kontraknya berakhir, yang diperkirakan berlangsung sekitar 18 bulan ke depan.

"Saya tidak akan pergi. Saya akan bekerja sampai klub memutuskan hal lain," tegasnya, seraya menambahkan bahwa setiap departemen di klub harus menjalankan fungsinya masing-masing dengan jelas.

Nama Gary Neville pun ikut terseret dalam pernyataan emosional tersebut.

Baca Juga: Arne Slot Mewajari Liverpool Tak Bisa Kejar Arsenal dan Manchester City

Amorim mengaku terganggu oleh kritik yang terus mengalir dari mantan bek United itu, namun menegaskan bahwa kritik seharusnya diterima sebagai bagian dari dinamika klub besar, bukan dijadikan alasan untuk menciptakan konflik baru.

Tags

Terkini