liga-inggris

Sindiran Misterius Rosenior Usai Chelsea Ditahan Burnley, Siapa Pemain yang Disasar?

Senin, 23 Februari 2026 | 21:06 WIB
Manajer Chelsea, Liam Rosenior. (sportsillustrated)

SportlinkNews - Manajer Chelsea, Liam Rosenior, melontarkan kritik terselubung usai hasil imbang 1-1 kontra Burnley, akhir pekan lalu.

Meski enggan menyebut nama secara langsung, Rosenior memberi sinyal kuat bahwa ada pemainnya yang gagal menjalankan instruksi krusial di momen penentuan.

The Blues sempat berada di atas angin ketika Joao Pedro mencetak gol cepat pada menit keempat.

Baca Juga: Perjalanan Panjang ke Ternate, Persija Prioritaskan Recovery Jelang Duel Kontra Malut United

Namun dominasi itu tak mampu dituntaskan menjadi kemenangan. Chelsea kembali menunjukkan problem lama, yakni kurang klinis dan rapuh di menit akhir.

Situasi makin sulit setelah Wesley Fofana menerima kartu merah di babak kedua. Saat laga tampak menuju kemenangan tipis, petaka datang di menit ke-93. Sundulan Zian Flemming memaksa laga berakhir imbang.

Rosenior menilai gol tersebut terjadi bukan semata karena kualitas lawan, melainkan karena kegagalan menjalankan tugas.

Baca Juga: Ramadan Jadi Sumber Kekuatan, Ajaraie Langsung Pecah Telur Bersama Persija

"Tugas marking itu tidak dilakukan. Kami tahu Flemming adalah ancaman utama dalam duel udara. Ada pemain yang seharusnya mengawal, tapi menandai orang yang salah," tegasnya.

Meski demikian, ia menolak menunjuk individu tertentu di hadapan publik. "Saya tidak di sini untuk menyalahkan pemain. Saya akan melindungi mereka. Tapi saya sedang belajar siapa yang bisa diandalkan saat situasi sulit," lanjutnya.

Lalu siapa yang dimaksud oleh Rosenior?

Baca Juga: Debut Singkat Dion Markx Jadi Langkah Awal Adaptasi di Persib dan Liga Indonesia

Sorotan awal mengarah pada Andrey Santos, yang berada dekat Flemming dalam momen krusial tersebut. Gelandang muda Brasil itu terlihat kalah dalam membaca pergerakan ke tiang depan.

Namun kecil kemungkinan Rosenior benar-benar meragukan komitmennya, mengingat keduanya pernah bekerja sama di Strasbourg dan hubungan mereka cukup kuat.

Nama lain yang masuk radar adalah Josh Acheampong. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-89 menggantikan Reece James, Acheampong sebenarnya memiliki postur lebih ideal untuk duel udara.

Baca Juga: Eliano: Setiap Laga Adalah Final, Persib Siap Tempur Lawan Dua Wakil Jatim

Saat situasi sepak pojok terjadi, ia bersama Santos dan Moises Caicedo tampak saling berkomunikasi menentukan penjagaan. Namun tetap saja Flemming lolos dari pengawalan efektif.

Kemudian ada Tosin Adarabioyo. Bek jangkung yang masuk menggantikan Fofana itu secara teori menjadi opsi terbaik menghadapi bola udara.

Statistik menunjukkan ia memiliki persentase kemenangan duel udara tertinggi di skuad musim ini. Tetapi dalam momen gol, Tosin berdiri di tiang dekat dan gagal menutup ruang bagi Flemming.

Baca Juga: Bola Mati Jadi Pembeda, Pena Kecewa Persita Tak Raih Hasil

Rosenior sendiri membela Fofana meski kartu merahnya membuat tim dalam posisi sulit. "Itu bukan kesalahan Wesley. Ini soal performa tim secara keseluruhan," ujarnya.

Namun, Chelsea tak punya banyak waktu untuk meratapi hasil tersebut. Laga tandang ke markas Arsenal di Emirates Stadium sudah menanti. Tanpa Fofana yang diskors, Rosenior dipaksa menyusun ulang lini belakang.

Kemungkinan besar Trevoh Chalobah akan tetap menjadi andalan. Pertanyaannya, siapa yang akan mendampinginya?

Nama Mamadou Sarr mencuat sebagai opsi menarik. Bek muda asal Senegal itu punya postur dan pengalaman bersama Rosenior di Strasbourg.

Tags

Terkini