SportlinkNews - Penyesalan mendalam menyelimuti Arsenal setelah harus merelakan trofi Piala Liga Inggris 2025/26 jatuh ke tangan Manchester City. Kekalahan 0-2 dari The Citizens di Stadion Wembley, Senin (23/3) dini hari WIB, menyisakan luka bagi manajer Mikel Arteta yang merasa timnya memiliki momentum untuk menang.
Partai puncak ini sebenarnya menjadi kesempatan emas bagi The Gunners untuk mengakhiri dahaga trofi untuk para pendukung setianya. Tampil meyakinkan sejak sepak mula, Arsenal sempat memegang kendali permainan dan memberikan tekanan bertubi-tubi ke lini pertahanan lawan.
Namun, skenario berubah drastis setelah turun minum saat performa Granit Xhaka dan kawan-kawan mulai mengendur. Celah ini dimanfaatkan dengan sempurna oleh Manchester City melalui dua gol Nico O'Reilly yang memaksa Arsenal pulang dengan status runner-up.
Baca Juga: Aprilia Kuasai GP Brasil, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin Rebut Podium 1-2
Arteta tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya melihat trofi yang sudah di depan mata sirna begitu saja dengan cara yang menyesakkan. "Ini hari yang menyedihkan bagi kami," keluh Arteta saat diwawancarai oleh BBC Radio 5 Live seusai pertandingan.
Kekecewaan Arteta makin berlipat mengingat besarnya harapan para penggemar yang memadati Wembley. Ia menyadari betapa hancurnya perasaan para pemain yang telah berjuang keras namun gagal memberikan kado manis bagi basis massa Gooners.
"Kekalahan ini terasa menyakitkan terutama untuk para pemain dan juga para fans kami, karena kami sangat ingin mengangkat trofi juara itu hari ini," ucapnya.
Baca Juga: 10 Pemain Real Madrid Tuntaskan Drama 5 Gol dalam Derbi
Secara taktis, Arteta menilai Arsenal tampil jauh lebih superior dibandingkan Manchester City pada 45 menit pertama pertandingan. Klub asal London tersebut tercatat menciptakan dua peluang emas yang seharusnya bisa mengubah jalannya laga jika diselesaikan dengan lebih klinis.
"Pertandingan tadi sangat berbeda di kedua babak. Di babak pertama saya rasa kami bermain dengan lebih baik ketimbang Manchester City dan kami membuat dua peluang terbaik di laga ini," ujar pelatih asal Spanyol tersebut.
Ketidakmampuan lini depan mengonversi peluang menjadi gol di saat tim sedang mendominasi menjadi poin yang sangat disayangkan oleh Arteta. "Sangat disayangkan kami tidak mampu memaksimalkan dua peluang tersebut. Namun kami harus memberikan kredit kepada Manchester City atas apa yang mereka lakukan di pertandingan tadi."
Baca Juga: Everton 3 Chelsea 0: Bencana Pertahanan saat Liam Rosenior Kalah Empat Kali Berturut-turut
Meski harus menelan pil pahit di Piala Liga, Arsenal tidak punya banyak waktu untuk meratapi kegagalan di ajang tersebut. Fokus tim kini harus segera dialihkan ke sisa musim yang masih menjanjikan tiga potensi gelar juara lainnya.
Hingga saat ini, Arsenal masih bertengger kokoh di puncak klasemen Liga Primer sebagai kandidat terkuat peraih gelar juara. Keunggulan poin yang mereka miliki menjadi modal berharga untuk menjaga mentalitas skuad agar tidak ambruk pasca kekalahan di final.