SportlinkNews - Persaingan perebutan takhta Liga Primer musim 2025/26 makin memanas setelah hasil minor yang didapat Arsenal saat melawan Manchester City. Namun, manajer Mikel Arteta tetap memelihara optimisme tinggi skuadnya untuk menjadi juara.
Ambisi besar Arsenal untuk mengakhiri puasa gelar liga musim ini memang baru saja mendapat ujian yang sangat berat. Kekalahan tipis 2-1 di dari Manchester City di Stadion Etihad, Minggu (19/4) yang jadi penyebabnya.
Kekalahan tersebut membuat keunggulan poin Arsenal terpangkas secara signifikan di papan klasemen sementara musim ini. The Gunners hanya unggul tiga angka dari Manchester City yang mengumpulkan 67 poin.
Baca Juga: Playoff NBA 2026 Dimulai, Cavaliers hingga Lakers Rebutan Gim 1
Situasi menjadi lebih menegangkan bagi para pendukung Arsenal, karena Manchester City masih memiliki satu tabungan pertandingan. Potensi The Citizens untuk menyamai poin Meriam London sangat terbuka jika mereka berhasil memenangkan laga tunda tersebut.
Meskipun dalam posisi tertekan, Arteta memberikan pembelaan terhadap skema permainan yang ditampilkan oleh anak asuhnya sepanjang waktu normal. ia merasa timnya tidak layak menderita kekalahan jika mengacu pada dominasi di lapangan.
"Saya sangat kecewa dengan hasilnya jika melihat cara kami bermain," kata Arteta menurut laporan BBC.
Baca Juga: Juventus 2-0 Bologna: Si Nyonya Tua Nyaman di Empat Besar
Arteta merasa para pemainnya sudah menjalankan instruksi dengan sangat baik meski skor akhir tidak berpihak kepada kubu tamu. Kekecewaan tersebut lebih didasari pada kegagalan memaksimalkan peluang daripada penurunan performa pemain secara keseluruhan di lapangan.
"Saya sangat menyesal tidak mendapatkan hasil dalam pertandingan dengan cara kami bermain. Namun, itu bukan karena performa kami," ucapnya.
Memasuki fase akhir kompetisi, Arteta mencoba membangkitkan mentalitas bertarung timnya agar tidak larut dalam kesedihan selepas laga besar itu. Ia mengingatkan bahwa Arsenal masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri di lima pertandingan tersisa.
Baca Juga: Man City 2 Arsenal 1: Gol Haaland Selamatkan Muka Donnarumma
Juru taktik berusia 44 tahun itu meminta para pemain untuk segera melupakan hasil di Etihad dan kembali fokus meraih poin penuh. Ia meyakini bahwa segala kemungkinan masih bisa terjadi di tengah tekanan jadwal kompetisi yang sangat padat.
"Kami punya keunggulan tiga poin dengan lima pertandingan tersisa. Semuanya masih bisa terjadi," ujarnya.