Aiyawatt Srivaddhanaprabha selaku pimpinan utama konsorsium pemilik awalnya menolak keras wacana pelepasan saham klub. Namun, tekanan kerugian finansial yang membengkak secara berkelanjutan memaksa pihak keluarga untuk melunak dan mengambil langkah realistis.
Baca Juga: LaLiga Gunakan Bola dengan Teknologi Connected Ball Mulai Musim 2026/27
Perjalanan ini berbanding terbalik jika dibandingkan dengan pencapaian historis klub saat merengkuh trofi Liga Primer musim 2015/16. Kejayaan fenomenal tersebut sempat melambungkan nama Leicester City ke jajaran elite sepak bola dunia.
Sayangnya, pascakejayaan tersebut kekuatan skuad The Foxes perlahan digembosi oleh aksi perburuan pemain dari klub-klub raksasa. Kepindahan pilar penting seperti Riyad Mahrez ke Manchester City dan N'Golo Kante yang membela Chelsea menjadi awal eksodus bintang yang menandai kemunduran mereka.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)